Hindari Siswa Keracunan, Pemkab Awasi Ketat MBG di Pangandaran
Selasa, 7 Oktober 2025 | 09:39 WIB
Pangandaran, Beritasatu.com - Menyusul insiden keracunan makanan diduga akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pemerintah daerah mengambil langkah tegas untuk memperketat pengawasan di seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini akan rutin dilakukan hingga menu MBG diterima dengan aman oleh para siswa di sekolah.
Keracunan massal seusai menyantap menu MBG juga terjadi di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Rabu (1/10/2025) lalu. Sedikitnya delapan siswa sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Attarbiyah di Kecamatan Cigugur, harus diberi perawatan medis lantaran mengalami gejala keracunan akibat menu ayam capcai yang diterima siswa sudah basi.
Menyikapi insiden tersebut, Pemerintah Kabupaten Pangandaran tak mau main-main dengan keselamatan siswa. Petugas dari Dinas Kesehatan termasuk dari tenaga puskesmas bekerja sama untuk memastikan semua proses mulai dari pengolahan, hingga distribusi makanan, telah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat dan standar kesehatan pangan.
Sebelum menu MBG sampai ke pelajar, petugas wajib mengecek satu persatu menu yang disediakan dari dapur MBG. Bukan hanya dilihat dan dicek kebersihannya, makanan pun langsung dicoba oleh petugas kesehatan dan pihak sekolah. Setelah dinyatakan aman, makanan lalu dibagikan ke seluruh siswa dengan pendampingan guru dan tenaga medis.
Ketua Tim Pengawas Puskesmas Padaherang, Suryati mengatakan, pengecekan dan pengawasan ketat ini sebagai salah satu langkah untuk memastikan tidak ada makanan yang membahayakan bagi para siswa. Sehingga upaya evaluasi seperti ini bisa menghindari keracunan massal terulang kembali.
"Jadi kita ada tim dari dinkes dan puskesmas memantau operasional dapur MBG hingga pendistribusian di sekolah. Upaya ini kami lakukan dengan tiga cara yaitu melihat, mencium dan mencicipi. Bila terjadi atau ditemukan kejanggalan terhadap menu MBG, kami akan memberitahu kepada dapur untuk diganti atau kemungkinan tidak boleh didistribusikan," kata Suryati, Senin (6/10/2025).
Sementara itu, Kepala SPPG Adlan Kedungguluh, Reza Kurnia mengatakan, pengecekan atau pemantauan yang dilakukan dari pemerintah daerah merupakan upaya kolaboratif untuk menjamin kualitas pangan yang lebih kuat demi memastikan nutrisi aman dan bergizi bagi seluruh siswa. Selain itu, upaya ini juga dapat menghindari insiden serupa yang menimbulkan siswa keracunan.
"Selain pemantauan terhadap pekerja juga tentunya makanan yang paling utama yang akan di distribusikan. Adapun kalau karyawan sedang tidak sehat itu diharapkan libur dulu karena kontaminasi virusnya sangat rentan. Dengan adanya pengecekan dari dinas kesehatan, kami SPPG merasa terbantu untuk evaluasi ke depan agar dapur MBH ini lebih baik lagi," kata Reza Kurnia.
Pendistribusian menu MBG yang higienis dan sehat bagi pertumbuhan gizi, diharapkan para siswa di sekolah. Silvia, selaku Siswi SDN 1 Kedungguluh mengaku senang bisa menerima menu MBG yang sehat dan layak gizi. Ia berharap, program MBG terus berjalan lantaran dapat meringankan uang jajan di sekolah.
"Biasanya makan itu bawa dari rumah, setelah adanya MBG ini sangat membantu, jadi uang jajan pun bisa di tabungan. Menu yang disediakan juga enak, ada buah dan sayuran yang fresh juga. Terima kasih Pak Prabowo," ungkap Silvia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




