ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ramainya Arus Penumpang Bawa Berkah untuk Porter Stasiun Cirebon

Minggu, 4 Januari 2026 | 23:47 WIB
DA
MA
Penulis: Dede Adhitama | Editor: MA
Lonjakan penumpang kereta api selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) memberikan berkah tersendiri bagi puluhan porter di Stasiun Cirebon.
Lonjakan penumpang kereta api selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) memberikan berkah tersendiri bagi puluhan porter di Stasiun Cirebon. (Beritasatu.com/Dede Adhitama)

Cirebon, Beritasatu.com – Lonjakan penumpang kereta api selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) memberikan berkah tersendiri bagi puluhan porter di Stasiun Cirebon. Hal itu membuat jasa porter semakin dibutuhkan, baik oleh penumpang yang datang maupun yang akan berangkat.

Sejak pagi hingga sore, para porter tampak sibuk membantu mengangkut barang bawaan penumpang. Mulai dari koper, kardus, hingga karung beras, menuju peron atau ke dalam gerbong kereta.

Aktivitas ini meningkat tajam selama libur panjang dibandingkan hari-hari biasa. Menariknya, para porter tidak pernah mematok tarif jasa, penumpang bebas memberikan imbalan seikhlasnya dengan pelayanan tetap maksimal.

ADVERTISEMENT

Berkah libur panjang ini berdampak langsung pada pendapatan para porter. Jika pada hari normal mereka hanya mendapatkan sekitar Rp 70.000 hingga Rp 80.000 per hari, selama masa libur Nataru penghasilan bisa meningkat hingga Rp 200.000 bahkan lebih.

“Kalau lagi ramai dan rezekinya bagus bisa sampai Rp 200.000. Hari biasa paling Rp 70.000 sampai Rp 80.000. Liburan ini lumayan,” ujar Sumarno, salah satu porter Stasiun Cirebon.

Hal serupa diungkapkan Juhana, porter lainnya. Ia mengaku tidak pernah menetapkan tarif dalam menawarkan jasanya kepada penumpang.

“Tak pernah narif, seikhlasnya saja. Sekarang lagi ramai sejak mulai liburan,” katanya.

Keberadaan porter juga mendapat apresiasi dari penumpang. Selain membantu mengangkat barang, mereka membantu menunjukkan jalur peron, kereta yang akan ditumpangi, hingga mengantar penumpang sampai ke tempat duduk.

“Ya sangat terbantu. Kita tinggal mengikuti arahan mereka sampai duduk di kursi. Mereka juga tidak mematok tarif,” kata Leli, salah satu penumpang.

Puluhan porter di Stasiun Cirebon berjaga selama 24 jam dengan sistem dua sif, mulai pagi hingga malam dan malam hingga pagi. Mereka resmi terdaftar dan berada di bawah pengawasan PT KAI Daop 3 Cirebon, serta mematuhi seluruh aturan yang berlaku.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon