Es Gabus Jadi Viral, Produsen di Depok Buka-bukaan Soal Bahannya
Jumat, 30 Januari 2026 | 13:17 WIB
Depok, Beritasatu.com – Seorang produsen es gabus di Pancoran Mas, Depok, membeberkan bahan dan proses pembuatan es gabus yang selama ini ia produksi, menyusul viralnya jajanan tradisional tersebut di media sosial. Hal ini mencuat setelah peristiwa yang menimpa Sudrajat, penjual es gabus di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, yang menyita perhatian publik.
Produsen es gabus bernama Tarumi mengatakan, sorotan publik membuat banyak masyarakat penasaran terhadap keamanan dan komposisi es gabus. Ia merasa perlu meluruskan informasi agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Menurut Tarumi, es gabus yang diproduksinya menggunakan bahan-bahan sederhana dan umum dikonsumsi, serta telah dibuat dengan resep yang sama selama puluhan tahun. Proses produksinya pun masih dilakukan secara tradisional tanpa bahan berbahaya.
Sejak video terkait kejadian di Kemayoran beredar luas, Tarumi mengaku pesanan es gabus meningkat signifikan. Lonjakan permintaan terjadi dalam beberapa hari terakhir, baik dari pelanggan di Depok maupun dari luar daerah.

“Biasanya produksi normal, tetapi sejak ramai ini pesanan naik. Jadi kami tambah adonan dan waktu produksi,” ujar Tarumi saat ditemui di tempat usahanya.
Ia menambahkan, peningkatan permintaan menjadi tantangan tersendiri karena seluruh proses masih dikerjakan manual.
Tarumi menjelaskan, bahan dasar es gabus terdiri atas tepung sagu, gula aren, gula pasir, vanili, sedikit garam, pasta pisang ambon, serta pewarna makanan. Seluruh bahan dimasak hingga mengental, kemudian dicetak dan dipotong sebelum disajikan atau dikemas untuk dijual.
Ia juga mengungkapkan bahwa Sudrajat, penjual es gabus yang viral akibat insiden di Kemayoran, telah menjadi pelanggan setianya selama sekitar 30 tahun. Menurut Tarumi, hubungan mereka bukan sekadar penjual dan pembeli, melainkan sudah seperti keluarga yang sama-sama bertahan menjaga eksistensi jajanan tradisional.
Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial memperlihatkan dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh dua orang yang disebut-sebut sebagai oknum TNI dan Polri terhadap seorang pedagang es kue jadul. Dalam video tersebut, es gabus yang dijual korban dituding berbahan spons, hingga berujung perusakan dagangan dan dugaan penganiayaan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




