Sempat Jadi Sorotan, Es Gabus Kini Laris Manis
Jumat, 30 Januari 2026 | 15:46 WIB
Depok, Beritasatu.com - Pasca beredarnya video viral menyeret nama Sudrajat terkait es gabus, situasi justru berbalik arah. Alih-alih menurun, minat masyarakat terhadap kuliner tradisional ini semakin meningkat tajam, khususnya di wilayah Kota Depok, Jawa Barat.
Isu dugaan kandungan berbahaya pada es gabus memicu rasa penasaran publik. Warga ramai mencari dan membeli es gabus, sehingga permintaan mengalami lonjakan signifikan.
Salah satu produsen es gabus di RT 04 RW 03, Pancoran Mas, Depok, Tarumi mengaku, mengalami peningkatan pesanan dalam beberapa hari terakhir sejak video tersebut viral.
“Pesanan meningkat, produksi kami tentu semakin bertambah,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (30/1/2026).
Ia membantah keras tuduhan bahwa es gabus mengandung spons atau busa. Ia juga memastikan, seluruh bahan yang digunakan adalah bahan makanan yang aman dikonsumsi.
"Es gabus dibuat dari campuran sagu, gula aren, gula pasir, vanili, sedikit garam, pasta pisang ambon, serta pewarna makanan," jelasnya.
"Semua bahan tersebut dimasak hingga mengental, lalu dicetak dan dipotong sebelum disajikan atau dikemas untuk dijual," tambahnya.
Klarifikasi ini diharapkan dapat meluruskan informasi yang sempat beredar di masyarakat dan menimbulkan kekhawatiran.
Hal serupa juga dirasakan penjual es gabus, Zaenal sekaligus rekan dekat Sudrajat. Menurutnya, omzet penjualan semakin meningkat meski saat ini memasuki musim hujan.
"Dalam sehari, biasanya saya membawa hanya 100 es gabus saja. Namun, sejak viral setiap hari saya membawa 200 es gabus setiap hari. Kenaikannya, bisa dua kali lipat gitu," ungkapnya.
Zaenal menambahkan, pembeli es gabus didominasi anak-anak yang menyukai tekstur lembut dan rasa manis dari kuliner tradisional tersebut.
Ia berharap klarifikasi dari produsen dan penjual dapat mengakhiri kesalahpahaman masyarakat terkait keamanan es gabus.
“Pembelinya banyak, terutama anak-anak,” tuturnya.
Sebelumnya, es gabus menjadi viral setelah adanya kasus pedagang yang diduga dipersekusi oleh oknum aparat di Kemayoran, Jakarta Pusat.
Namun, hasil pemeriksaan memastikan es gabus tersebut tidak mengandung spons atau bahan berbahaya lainnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




