BNPB Perkuat Mitigasi Banjir Bekasi dengan Sensor Canggih
Jumat, 6 Maret 2026 | 20:33 WIB
Bekasi, Beritasatu.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat sistem peringatan dini banjir di Kota Bekasi, Jawa Barat, dengan memasang sensor pemantau dan sirine peringatan di sejumlah titik, dari hulu hingga hilir aliran Kali Bekasi.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi bencana setelah banjir besar yang sempat melanda Kota Bekasi pada awal 2025.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan pemasangan perangkat tersebut merupakan bagian dari sistem peringatan dini yang telah dipersiapkan sejak tahun lalu.
“Kita meninjau instalasi perangkat sistem peringatan dini banjir di Kali Bekasi. Kali Bekasi dipersiapkan sejak awal tahun lalu sebagai respons dan mitigasi pasca banjir besar, khususnya di Pondok Gede Permai. Awal Maret lalu, dan juga tahun ini, kami memastikan perangkat berfungsi optimal agar informasi bisa diberikan lebih awal kepada masyarakat jika terjadi kondisi darurat,” ujar Abdul Muhari, Jumat (6/3/2026).
Abdul menambahkan, sistem ini dirancang agar masyarakat dapat menerima informasi lebih cepat sehingga bisa melakukan langkah antisipasi sebelum banjir terjadi.
“Tujuan utama kita adalah agar masyarakat terinformasi lebih awal sehingga bisa melakukan aksi dini, baik evakuasi maupun pengerahan sumber daya,” katanya.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menilai kehadiran sistem peringatan dini akan memberikan dampak positif bagi warga.
“Dengan adanya sistem early warning ini tentu berdampak positif. Warga menjadi tahu, walaupun bunyinya awalnya mengagetkan karena seluruh kota kaget,” katamya.
Tri juga mengingatkan pengalaman banjir besar pada 2025 yang melumpuhkan aktivitas kota hampir dua hari.
“Kita belajar dari banjir tahun 2025. Hampir dua hari Kota Bekasi lumpuh, termasuk jalan utama dan perkantoran,” ujarnya.
Menurut Tri, sistem ini membantu pemerintah daerah mempersiapkan mitigasi sejak hulu sungai.
“Kami melakukan evakuasi dan pengaturan pintu air. Sejak awal, kita sudah mendapatkan warning terkait kenaikan tinggi muka air di hulu,” katanya.
Tri mengapresiasi teknologi yang digunakan dalam sistem peringatan dini karena mampu membaca debit dan kecepatan aliran air secara presisi.
“Early warning ini mampu membaca debit dan kecepatan air sehingga prediksi kedatangan air bisa presisi di setiap titik,” ujar Tri.
Ia berharap sistem serupa dapat diperluas ke lebih banyak titik di Bekasi untuk meningkatkan efektivitas mitigasi banjir.
“Mudah-mudahan lokasi pengawasan bisa lebih banyak. Yang paling penting, alat selalu dalam kondisi siap pakai karena biasanya saat dibutuhkan bisa ada kendala,” katanya.
Sensor pemantauan dipasang di sejumlah titik strategis dari hulu hingga hilir sungai yang memengaruhi banjir di Bekasi, termasuk hulu sungai Cileungsi di Cibongas, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, lalu ada segmen tengah yaitu Sungai Cileungsi di Cileungsi, Kabupaten Bogor.
Berikutnya ada pertemuan Sungai Cileungsi dan Cikeas, Bendung Prisdo, Bekasi Timur, Sungai Cikeas, Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Titik-titik ini dipilih karena penting untuk memantau perubahan debit air yang berpotensi memicu banjir di permukiman Kota Bekasi.
BNPB juga memasang sirine peringatan di permukiman rawan banjir, antara lain Bekasi Jaya (Bekasi Timur), Jaka Kencana (Bekasi Selatan), Teluk Pucung (Bekasi Utara), dan Mitra Lestari (Jatiasih).
Wilayah ini dipilih karena memiliki riwayat banjir tinggi dan berada dekat aliran sungai utama, sehingga membutuhkan sistem peringatan cepat.
Sistem ini mengintegrasikan sensor tinggi muka air Automatic Water Level Recorder (AWLR), sensor curah hujan, kamera pemantau, dan dashboard visualisasi data.
Data dari berbagai sensor diproses real time dan ditampilkan melalui dashboard agar petugas dapat memantau debit air dan potensi banjir secara cepat dan akurat.
Perangkat dirancang bekerja otomatis tanpa operator sehingga mampu memberikan peringatan dini cepat dan presisi. Dengan informasi lebih awal, warga diharapkan dapat segera melakukan langkah antisipasi seperti evakuasi atau pengerahan sumber daya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




