ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menabung 21 Tahun, Penjual Es Mung-mung di Cirebon Akhirnya Naik Haji

Minggu, 19 April 2026 | 13:15 WIB
DA
BW
Penulis: Dede Adhitama | Editor: BW
Ili, seorang penjual es mung-mung di Cirebon, setelah menabung selama 21 tahun,
Ili, seorang penjual es mung-mung di Cirebon, setelah menabung selama 21 tahun, (Beritasatu.com/Dede Adhitama)

Cirebon, Beritasatu.com — Bunyi khas “mung-mung-mung” dari alat musik kemung menjadi penanda kehadiran penjual es krim tradisional keliling di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Suara tersebut telah menemani perjalanan panjang Ili, seorang penjual es mung-mung, hingga akhirnya mampu mewujudkan impian menunaikan ibadah haji bersama istrinya, Yayah.

Dari usaha sederhana itu, pasangan yang kini berusia sekitar 62 tahun tersebut secara konsisten menyisihkan penghasilan selama bertahun-tahun hingga mampu melunasi biaya haji.

“Alhamdulillah sehari nabung tidak tentu, kadang Rp 10.000, kadang Rp 50.000, kadang Rp 100.000,” ujar Ili.

Ia mengungkapkan niat untuk berhaji sudah muncul sejak 2005. Setelah bertahun-tahun menabung, pada 2013 ia memperoleh porsi haji dan kini bersiap untuk berangkat.

ADVERTISEMENT

“Sejak 2005 niat berhaji. Alhamdulillah 2013 dapat porsi dan sekarang bentar lagi mau berangkat,” katanya.

Perjalanan menuju Tanah Suci bukan hal mudah bagi Ili dan Yayah. Mereka membutuhkan waktu sekitar 21 tahun untuk mengumpulkan biaya dari hasil berjualan es mung-mung.

Menurut Ili, tantangan terbesar dalam usahanya terjadi saat musim hujan, ketika jumlah pembeli menurun drastis bahkan terkadang tidak ada pemasukan sama sekali.

“Kalau musim hujan sedih banget, kadang dapat kadang tidak,” ujarnya.

Meski begitu, ia tetap konsisten menabung hingga akhirnya mampu melunasi biaya haji. “Tadinya tidak menyangka bisa berangkat haji, karena nabungnya sedikit demi sedikit dan alhamdulillah sekarang sudah lunas. Persiapan sudah semua, tinggal nunggu koper saja,” ucapnya.

Ili telah merantau ke Cirebon sejak 1984 dan menekuni usaha es mung-mung yang diwarisi dari kakeknya. Setiap hari, ia mulai membuat es sejak pukul 02.00 WIB dengan bahan sederhana seperti gula dan santan kelapa.

Dalam satu kali produksi, ia mampu menghasilkan sekitar 400 hingga 700 cup es krim yang dijual dengan harga terjangkau, mulai dari Rp 2.000 hingga Rp 5.000 per cup.

Rencananya, Ili dan Yayah akan berangkat menunaikan ibadah haji pada 19 Mei 2026 dan tergabung dalam kloter 40 Jabar.

Kisah Ili dan Yayah menjadi bukti bahwa kerja keras, kesabaran, dan ketekunan dapat mengantarkan seseorang mewujudkan impian besar, dari berjualan es mung-mung hingga menapaki perjalanan ke Tanah Suci.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon