KAI Benahi Pelintasan Jalan Ampera Seusai Tabrakan Kereta Bekasi Timur
Kamis, 30 April 2026 | 19:30 WIB
Bekasi, Beritasatu.com – Pelintasan rel kereta api di Jalan Ampera, Duren Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat mulai berbenah setelah kecelakaan antara KRL commuter line dan taksi Green SM pada Senin (27/4/2026).
Sejumlah perbaikan dilakukan untuk meningkatkan keselamatan di lokasi yang sebelumnya dijaga secara manual oleh warga. Perbaikan meliputi pemasangan palang pintu besi, pengaspalan jalan, serta pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU).
"Ini baru semalam (dikerjakan) oleh PT KAI, palangnya baru dipasang semalam, jalannya juga baru diaspal, lampu juga baru dipasang, sebelumnya jalan ini gelap," kata Awang, penjaga palang pintu, Kamis (30/4/2026).
Menurut Awang, keberadaan palang pintu besi memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan keamanan, terutama untuk mencegah pengendara menerobos saat kereta melintas. Sebelumnya, penjagaan hanya menggunakan batang bambu sederhana.
"Ya, membantu sih. Soalnya ada palang-palang. Ini jadi enak, jadi orang juga enggak bisa masuk (menerobos),” ucap Awang.
Pelintasan di Jalan Ampera merupakan akses alternatif warga dari kawasan permukiman menuju jalan nasional. Tingginya mobilitas membuat arus lalu lintas di titik tersebut kerap padat, terutama pada jam sibuk pagi dan sore.
Pengamanan di lokasi dilakukan selama 24 jam oleh sekitar 25 warga yang bergantian setiap dua hingga tiga jam. Dalam satu waktu, dua orang bertugas mengatur lalu lintas serta memastikan kondisi rel aman dilintasi.
"Kita main mata, harus tengok kanan-kiri ada keretanya atau tidak, sistemnya masih manual. Jadi kalau kepala keretanya sudah terlihat baru kita tutup pintunya, kita tahan kendaraan yang mau lewat," ujar Awang.
Selama ini, para penjaga mengandalkan sumbangan sukarela dari pengendara. Sistem penjagaan manual tersebut bahkan telah berlangsung sejak 1970. Diketahui, kecelakaan sebelumnya melibatkan KRL commuter line tujuan Cikarang dan sebuah unit taksi Green SM yang diduga mengalami mati mesin di pelintasan.
Tak lama setelah insiden awal, kereta Argo Bromo melintas dengan kecepatan tinggi dan menabrak rangkaian commuter line di jalur satu. Akibat peristiwa tersebut, sebanyak 16 orang meninggal dunia dan 90 lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah korban luka, 44 orang telah diperbolehkan pulang, sementara 46 lainnya masih menjalani observasi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




