ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Masa Darurat Covid-19, Bupati Bogor: Puskesmas Jangan Santai-santai

Minggu, 11 Juli 2021 | 18:56 WIB
VS
WM
Penulis: Vento Saudale | Editor: WM
Bupati Bogor Ade Yasin (kiri).
Bupati Bogor Ade Yasin (kiri). (Antara/M Fikri Setiawan)

Bogor, Beritasatu.com - Bupati Bogor Ade Yasin tak bisa menahan kekesalannya saat tahu ada petugas puskesmas yang menolak pasien sambil asyik berkaraoke.

Awalnya Ade mendapat informasi video viral petugas puskesmas asyik berkaraoke sambil mengabaikan ibu hamil dan pasien Covid-19 yang hendak berobat.

Ade langsung melakukan sidak ke lokasi video viral yang berada di Puskesmas Situ Udik, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Sabtu kemarin.

"Di masa pandemi seperti ini seharusnya jangan ada yang santai-santai," tegas Ade dihadapan para staf puskesmas tersebut, Sabtu (10/7/2021).

ADVERTISEMENT

Ade meminta agar kejadian ini menjadi pelajaran dan bahan pertimbangan bagi para petugas puskesmas lainnya. Sebab, kasus video viral itu sudah membuat resah warga sehingga kapok untuk kembali berobat.

"Seharusnya kan standby secara bergilir di pukesmas ini, kasihan masyarakat ketika ingin dilayani tapi diabaikan," ujarnya

Apalagi dalam kasus ini, sambung dia, ada seorang ibu hamil yang hendak menanyakan persoalan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Begitu pula ada seorang warga yang mengaku sebagai pasien Covid-19.

Ade pun mengatakan sudah mengunjungi rumah ibu hamil tersebut dan ternyata dalam video itu ia juga ingin mengantar suaminya berobat.

Dari pengakuan ibu hamil tersebut, petugas puskesmas mengatakan agar dirinya datang esok hari. Ia juga membenarkan bahwa saat itu petugas sedang berkaraoke.

"Suaranya keras, saat di lokasi saya sempet ketok-ketok pintunya," kata Ade meniru ucapan ibu hamil tersebut.

Karena itu, ia mengingatkan kepada semua petugas kesehatan agar tidak melakukan hal serupa ketika masyarakat membutuhkan layanan kesehatan.

"Kejadian ini terjadi pada saat jam kerja, tadi mereka dikumpulin, ditegur dan diberi arahan. Tadi juga sudah diperiksa, kalau ada alat karaoke mau kita sita, tapi tidak ada, mereka mengaku nyanyi pakai alat sound sistem untuk memanggil pasien. Tapi tetap saja salah," ungkap Ade.

"Terhadap yang abai itu ada punishment (hukuman), itu nanti seperti apa dari pihak puskesmas yang memberikan," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Situ Udik drg Lenny Asyita mengaku sangat menyesalkan perbuatan para petugas puskesmas. Akibat kasus video viral itu, dirinya langsung ditegur oleh Bupati Bogor Ade Yasin.

"Iya tadi datang, dikasih nasehat. Kami juga sudah berjanji enggak bakal mengulangi hal itu lagi," kata Lenny.

Lenny juga mengaku dirinya sudah memanggil tiga orang petugas yang terlibat dalam kasus video viral tersebut.

Ia mengatakan bahwa saat kejadian itu ada tiga orang di dalam puskesmas. Salah satunya office boy (OB) yang ada di video viral tersebut.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Singgung Covid-19, Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK

Singgung Covid-19, Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK

NASIONAL
IDAI Serukan langkah untuk Antisipasi Hantavirus

IDAI Serukan langkah untuk Antisipasi Hantavirus

LIFESTYLE
Wabah Virus Hanta di Kapal Pesiar, Akankah Jadi Pandemi Baru?

Wabah Virus Hanta di Kapal Pesiar, Akankah Jadi Pandemi Baru?

LIFESTYLE
Varian Covid-19 Cicada Dipastikan Belum Masuk Indonesia

Varian Covid-19 Cicada Dipastikan Belum Masuk Indonesia

LIFESTYLE
Varian Covid-19 Cicada Muncul di Banyak Negara, Ini Gejalanya

Varian Covid-19 Cicada Muncul di Banyak Negara, Ini Gejalanya

LIFESTYLE
Covid-19 Bisa Tinggalkan Dampak Permanen di Otak, Ini Temuannya

Covid-19 Bisa Tinggalkan Dampak Permanen di Otak, Ini Temuannya

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon