Gubernur Jateng Ahmad Luhtfi Akui Malu Lihat Kondisi Banjir di Demak
Senin, 26 Mei 2025 | 11:39 WIB
Demak, Beritasatu.com – Warga terdampak banjir di Demak, Jawa Tengah, sempat ramai di media sosial meminta kunjungan Presiden dan Gubernur Jawa Tengah, setelah enam bulan terjebak dalam banjir dengan minimnya perhatian dari pemerintah. Pada kunjungannya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luhtfi mengaku merasa malu dengan kondisi yang ada.
Gubernur Luhtfi yang didampingi Bupati Demak, Eisti'anah, meninjau lokasi banjir di Desa Sayung, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Dalam kunjungannya tersebut, Luhtfi mengungkapkan masalah banjir kali ini merupakan tanggung jawab pemerintah pusat. Namun, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk penanganan lebih lanjut.
"Memang kita sudah koordinasi dengan Kementerian PU mengenai rob dan pendangkalan sungai, yang semuanya adalah tanggung jawab pemerintah pusat. Tetapi kita tidak tinggal diam. Artinya, besok sudah ada rapat untuk tindak lanjutnya," ujar Luhtfi, Minggu (25/5/2025).
Gubernur Luhtfi juga mengungkapkan rasa malunya karena kondisi wilayah yang masih sama seperti saat ia menjabat sebagai Kapolda Jawa Tengah beberapa tahun lalu. "Saya lihat itu sangat parah sekali, apalagi dari tahun ke tahun seperti ini terus. Saya dulu pernah ke sini saat saya Kapolda, dan kini masih seperti ini, kita malu," ungkapnya.
Dalam rangka penanganan jangka pendek, Gubernur Luhtfi mendorong pemerintah untuk segera melakukan normalisasi sungai dan penguatan tanggul, serta siaga pompa air. Selain itu, pihaknya juga mendorong Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk melakukan normalisasi aliran sungai. Untuk solusi jangka panjang, Gubernur Luhtfi berharap Proyek Strategis Nasional (PSN) Giant Sea Wall bisa menjadi solusi pengendalian banjir rob di pesisir Demak, meski penyelesaiannya diperkirakan baru selesai pada tahun 2027.
"Proyek nasional terkait PSN, yaitu Giant Sea Wall, adalah salah satu alternatif utama untuk mengatasi masalah ini. Penyelesaiannya memang baru pada tahun 2027, namun kita tidak ingin berlama-lama. Maka dari itu, ada solusi jangka pendek dan jangka panjang," ujar Luhtfi.
Banjir yang melanda Demak akhir-akhir ini dipicu oleh tingginya curah hujan di hulu Sungai Tuntang dan naiknya air laut atau rob, yang semakin memperburuk kondisi wilayah yang sudah terdampak banjir sejak lama.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




