Pemkot Magelang Minta Polemik Kematian Syafiq di Gunung Slamet Dihentikan
Jumat, 16 Januari 2026 | 09:20 WIB
Magelang, Beritasatu.com - Pemerintah Kota Magelang mendesak publik menghentikan spekulasi di media sosial terkait kematian Syafiq Ridhan Ali Razan. Pelajar ini ditemukan meninggal setelah dua pekan hilang di Gunung Slamet.
Langkah ini diambil guna menjaga ketenangan keluarga yang kini telah menerima musibah tersebut dengan ikhlas. Prosesi pemakaman Syafiq telah rampung pada Kamis (15/1/2026) malam dalam suasana khidmat di Magelang.
Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Magelang Catur Budi Fajar Sumarmo menekankan, pentingnya empati digital bagi masyarakat. "Keluarga, terutama orang tua almarhum, sudah ikhlas. Apa pun narasi yang berkembang di media sosial seharusnya dihentikan. Fokus utama adalah almarhum telah ditemukan," ujar Catur, Jumat (16/1/2026).
Pemkot Magelang menghargai atensi para pembuat konten dan warganet selama masa pencarian. Namun, Catur mengingatkan agar asumsi liar terkait penyebab kematian tidak terus diproduksi. Ia berharap publik kini fokus pada doa agar almarhum mendapat tempat terbaik.
Selain penanganan korban, perhatian khusus kini diarahkan pada Himawan Choidar Bahran, rekan mendaki Syafiq. Pemkot memberikan pendampingan psikis intensif bagi Himawan yang masih mengalami trauma hingga belum mampu kembali bersekolah.
Syafiq sebelumnya dilaporkan hilang selama 14 hari dalam pendakian bersama Himawan. Operasi SAR gabungan yang masif akhirnya menemukan korban di medan sulit. Peristiwa ini sempat memicu kegaduhan di ruang digital akibat berbagai teori konspirasi yang menyudutkan pihak-pihak tertentu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




