Banjir Bandang Terjang Mranggen, Warga Bertahan di atas Genteng
Senin, 16 Februari 2026 | 20:54 WIB
Demak, Beritasatu.com – Banjir bandang menerjang kawasan Perumahan Orion, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada Senin (16/2/2026) dini hari. Peristiwa yang terjadi saat warga terlelap ini menyisakan trauma mendalam, terutama bagi mereka yang harus bertahan hidup di atas genteng selama berjam-jam.
Kepanikan luar biasa dialami oleh Erna dan Fitri, dua pekerja swasta yang mengontrak di perumahan tersebut. Sekitar pukul 02.00 WIB, air tiba-tiba masuk ke dalam rumah dengan ketinggian mencapai 1,5 meter.
"Saat itu saya sedang tidur, tahu-tahu kasur sudah basah. Saya panik dan langsung bangunkan teman. Mau keluar rumah tidak bisa karena arus di jalan sangat deras," ujar Erna saat ditemui di lokasi.
Kedua wanita tersebut sempat terjebak di dalam rumah karena pintu tidak bisa dibuka akibat tekanan arus air yang sangat kuat dari luar. Beruntung, warga sekitar sigap memberikan pertolongan dan mengevakuasi mereka ke atas atap rumah.
Di atas genteng itulah mereka bertahan selama lebih dari tiga jam di bawah guyuran hujan deras, hingga banjir mulai surut pada pukul 05.30 WIB.
Ari, Ketua RT setempat yang memimpin evakuasi, menuturkan bahwa banyak warga tidak mendengar peringatan dini karena masih tertidur lelap.
"Deras sekali arusnya, Mas. Ada dua orang yang saya evakuasi ke atap rumah, mereka menangis ketakutan. Bahkan saking derasnya, ada mobil warga yang sampai terseret arus," jelas Ari.
Berdasarkan data sementara, sekitar 150 rumah warga terendam banjir. Sebanyak 4 rumah dilaporkan rusak parah dengan kondisi tembok jebol. Kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, mencakup kerusakan bangunan hingga kendaraan yang terendam lumpur.
Bencana ini dipicu oleh hujan intensitas tinggi sejak Minggu (15/2) malam, yang diperparah oleh kiriman air dari wilayah hulu di Kabupaten Semarang. Akibatnya, debit Kali Babon meningkat drastis hingga meluap ke pemukiman.
Warga mengungkapkan bahwa risiko banjir ini diperparah oleh kondisi tanggul yang jebol sejak tahun 2023 dan belum diperbaiki secara menyeluruh hingga saat ini. Hal tersebut menyebabkan air sungai dengan cepat menerjang perumahan setiap kali hujan deras melanda.
Saat ini, sebagian besar warga memilih mengungsi ke rumah kerabat karena khawatir akan adanya banjir susulan mengingat cuaca ekstrem yang masih mengintai wilayah Jawa Tengah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Jet AS Rontok di Iran, Ini Daftar Peristiwa yang Memalukan Amerika




