Ponpes di Mojokerto Bagikan 7.000 Paket Makan Bergizi Gratis
Selasa, 18 Februari 2025 | 11:29 WIB
Mojokerto, Beritasatu.com - Pondok pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah yang terletak di Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, mulai melaksanakan program makan bergizi gratis (MBG). Program ini bertujuan untuk memberikan asupan gizi yang cukup bagi para santri dan masyarakat sekitar.
Sebanyak 7.000 paket makan bergizi gratis disalurkan untuk santri, dan 300 paket lainnya diberikan kepada warga kurang mampu, ibu hamil, serta balita yang tinggal di sekitar pondok.
Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim menyampaikan, tujuan program ini adalah memastikan bahwa santri dan masyarakat sekitar mendapat asupan gizi yang seimbang dan mencukupi.
BACA JUGA
Makan Bergizi Gratis Upaya Percepatan Pembangunan Desa dan Daerah Tertinggal sesuai Asta Cita
“Program ini tidak hanya untuk santri, tetapi juga untuk masyarakat sekitar. Kami bahkan mengantarkan makanan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan,” ujar Kiai Asep kepada Beritasatu.com, Selasa (18/2/2025).
Pendistribusian paket makan dilakukan dengan dukungan dua dapur umum yang beroperasi di dalam pesantren. Setiap paket makanan terdiri dari ayam, telur, tahu, sayur-sayuran, serta buah-buahan, dengan nilai sekitar Rp 10.000 per paket. Diharapkan, paket makanan ini dapat memenuhi kebutuhan gizi para penerima manfaat.
Kiai Asep menambahkan, program makan bergizi gratis ini merupakan salah satu langkah nyata dalam mendukung visi besar Presiden Prabowo Subianto terkait kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan.
"Dengan menu yang lengkap ini, kami merasa bahagia karena bisa ikut berkontribusi terhadap program nasional. Ini adalah langkah pertama menuju Indonesia yang maju, adil, dan makmur," jelasnya.
Selain itu, Kiai Asep juga menyampaikan keberhasilan program ini dapat memberikan dampak positif yang lebih luas, seperti mendukung swasembada pangan, pupuk, dan gas, serta meningkatkan hilirisasi produk lokal agar memiliki nilai tambah sebelum dipasarkan ke pasar internasional.
Sementara itu, Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) KH Mochamad Irfan Yusuf Hasyim atau Gus Irfan mengungkapkan, inisiatif Pondok Pesantren Amanatul Ummah sejalan dengan program Astacita Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Program ini sudah memenuhi standar yang diharapkan, dengan menu yang terdiri dari ayam, telur, tahu, sayur, dan buah. Ini adalah bagian dari upaya untuk memastikan anak-anak mendapatkan gizi yang baik guna mempersiapkan generasi masa depan," ujarnya.
Gus Irfan juga menambahkan, program MBG ini tidak hanya memberikan manfaat dalam pemenuhan gizi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi positif bagi warga sekitar, khususnya petani dan peternak di Pacet yang menjadi pemasok bahan makanan untuk program ini.
Menurutnya, pacet adalah daerah penghasil sayur dan telur. Dengan adanya program tersebut, hasil panen mereka dapat terserap dengan baik, serta juga turut membantu perekonomian warga sekitarnya.
Salah satu santri, Eka Radiansyah mengungkapkan rasa senangnya atas program makan bergizi gratis yang telah dilaksanakan di pondok pesantren dan MTs tempat ia belajar. "Saya merasa senang dengan program ini. Ada nasi, lauk ayam, telur, tahu, sayur sop, dan buah salak. Program ini sangat bagus," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




