Ini Biang Kerok Macet Horor di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi
Kamis, 17 Juli 2025 | 05:41 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — Kementerian Perhubungan menyatakan kemacetan parah yang terjadi di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur pada Rabu (16/7/2025), akibat aksi pemblokiran akses oleh sejumlah sopir truk karena terbatasnya kapal yang beroperasi.
"Berdasarkan laporan yang diterima dari KSOP Kelas III Tanjung Wangi, pemblokiran dilakukan sebagai bentuk protes atas terbatasnya jumlah kapal yang beroperasi akibat adanya inspeksi kapal di dermaga LCM," kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, dalam keterangannya.
Inspeksi tersebut merupakan langkah penting yang dilakukan untuk menjamin keselamatan pelayaran dan mencegah terulangnya tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya.
"Berdasarkan laporan awal, dari total 54 kapal yang diperiksa, 15 kapal dinyatakan belum memenuhi syarat untuk berlayar, sedangkan 39 kapal dinyatakan laik laut," tegasnya.
Jumlah kapal yang terbatas tersebut menyebabkan terjadinya antrean panjang yang berujung pada aksi protes oleh para sopir truk. Hingga ssore kemarin, hasil uji petik terbaru menunjukkan terdapat tambahan enam kapal yang telah dinyatakan laik laut, sehingga total ada 45 kapal yang dapat beroperasi melayani pelayaran di Selat Bali.
"Kondisi antrean sejak sore ini sudah berangsur normal dan tidak ada pemblokiran akses," jelas Masyhud.
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus melakukan koordinasi intensif dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan kelancaran arus kendaraan dan pelayanan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.
"Keselamatan penumpang dan kelancaran arus logistik selalu menjadi prioritas utama Ditjen Perhubungan Laut. Kami akan terus memantau situasi dan memberikan informasi terkini apabila terdapat perkembangan lebih lanjut," tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




