Antrean Truk Logistik di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Capai 20 Km
Jumat, 25 Juli 2025 | 10:28 WIB
Banyuwangi, Beritasatu.com – Antrean truk logistik menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, yang selanjutnya akan menyeberang ke Pulau Bali mengular hingga 20 km pada Jumat (25/7/2025).
Kemacetan parah terjadi di sepanjang jalur Pantura Situbondo hingga Baluran, dengan panjang antrean mencapai lebih dari 20 kilometer.
Kondisi ini disebabkan terbatasnya operasional kapal penyeberangan lintas Ketapang–Gilimanuk. Pantauan di lapangan menunjukkan banyak truk barang terjebak macet berjam-jam. Sebagian sopir bahkan memilih tidur di dalam kendaraan atau beristirahat di pinggir jalan sambil menunggu giliran menyeberang ke Bali.
Salah satu pemicu kemacetan adalah pembatasan operasional untuk kendaraan berat serta minimnya fasilitas pendukung di pelabuhan.
Kepala Seksi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Tanjung Wangi III, Widodo, menjelaskan, truk bermuatan lebih dari 30 ton, seperti truk tronton, tidak lagi diizinkan langsung masuk ke dermaga utama.
"Kalau kendaraan di bawah 30 ton langsung bisa diarahkan ke dermaga. Namun, untuk truk besar, harus memutar dan itu yang bikin antrean tambah panjang," kata Widodo.
Selain itu, proses lashing atau pengikatan kendaraan di dalam kapal juga turut memperlambat waktu bongkar muat. Aktivitas yang wajib dilakukan demi keselamatan pelayaran ini kini terkendala oleh minimnya jumlah kru.
"Kalau cuma dua orang yang lashing, jelas butuh waktu lebih lama. Mungkin perlu ada penambahan tenaga untuk efisiensi," tegas Widodo.
Secara teknis, waktu sandar kapal hanya sekitar 40 menit, dan waktu muat sekitar 15 menit. Namun, jumlah kapal jenis landing craft tank (LCT) yang terbatas serta minimnya dermaga khusus truk besar memperburuk antrean.
Menurut data KSOP, saat ini terdapat sekitar 25 kapal aktif, termasuk kapal bantuan. Perinciannya meliputi MB1–MB3 masing-masing lima kapal, MB4 dan LCM masing-masing empat kapal, delapan LCM di area plengsengan, serta satu kapal bantuan di Bulusan.
"Dari 15 kapal eks-LCT, lima di antaranya masih dalam tahap perawatan. Dua di antaranya berada di dok Surabaya, dan tiga lainnya masih melengkapi dokumen," tutup Widodo.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




