Jalur Ketapang-Gilimanuk Lumpuh, Omzet Perusahaan Ekspedisi Anjlok
Sabtu, 26 Juli 2025 | 18:14 WIB
Surabaya, Beritasatu.com - Kemacetan parah di jalur penyeberangan Ketapang–Gilimanuk tak hanya berdampak pada operasional perusahaan otobus. Perusahaan ekspedisi seperti Indah Group di Surabaya juga ikut merasakan dampak dari kemacetan sepanjang puluhan kilometer tersebut.
Swastika, pemilik perusahaan ekspedisi yang berlokasi di Jalan Makam Peneleh, Surabaya, mengungkapkan pihaknya terpaksa menghentikan sementara layanan pengiriman logistik ke Pulau Dewata. Keputusan itu diambil karena kemacetan yang berkepanjangan akibat meningkatnya volume kendaraan berat dan minimnya fasilitas pendukung di pelabuhan.
Swastika menjelaskan, pengiriman logistik dari Surabaya ke Denpasar biasanya memakan waktu satu hingga tiga hari. Namun, karena jalur macet total, pengiriman kini bisa tertunda hingga lebih dari seminggu.
"Kalau sekarang, satu minggu pun belum tentu bisa sampai. Untuk itu, kami sudah tidak berani menerima barang yang arahnya ke Bali karena dampaknya begitu luar biasa, termasuk omzet menurun hingga 30-40%. Sekarang praktis kami sudah beberapa hari ini enggak beroperasi, enggak berani terima barang (untuk dikirim) ke Bali," ungkap Swastika kepada Beritasatu.com, Sabtu (26/7/2025).
Tak hanya kerugian finansial, Swastika juga mengaku menerima banyak keluhan dari pelanggan akibat keterlambatan pengiriman.
"Kalau komplainnya banyak. Kami jelaskan memang masalah di Ketapang maupun Gilimanuk, dampaknya karena kemarin ada kecelakaan kapal sampai tenggelam," paparnya.
Dalam situasi sulit ini, Swastika hanya bisa berharap adanya langkah konkret dari pemerintah. Ia menginginkan penyelesaian segera agar aktivitas pengiriman dapat kembali berjalan normal.
"Doa kami, semoga masalah di Ketapang maupun di Gilimanuk, yang membuat kesulitan kami ini, dapat segera terselesaikan," harapnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




