ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pesantren Ambruk di Situbondo, 1 Santriwati Meninggal Saat Tidur

Rabu, 29 Oktober 2025 | 15:45 WIB
H
S
Penulis: Hozaini | Editor: JTO
Suasana Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah Syekh Abdul Qodir Jaelani di Desa Blimbing, Kecamatan Besuki, Situbondo, Jawa Timur.
Suasana Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah Syekh Abdul Qodir Jaelani di Desa Blimbing, Kecamatan Besuki, Situbondo, Jawa Timur. (Beritasatu.com/Hozaini)

Situbondo, Beritasatu.com - Tragedi menimpa Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah Syekh Abdul Qodir Jaelani di Desa Blimbing, Kecamatan Besuki, Situbondo, Jawa Timur, Rabu (29/10/2025) dini hari. Atap bangunan asrama putri lantai dua mendadak ambruk saat para santriwati tengah terlelap.

Sebanyak 19 santriwati tertimpa reruntuhan bangunan. Satu orang meninggal dunia, sedangkan tiga lainnya masih dirawat intensif di rumah sakit. Korban meninggal diketahui bernama Putri (13), siswi kelas VII yang baru enam bulan mondok di pesantren tersebut.

“Ananda Putri masih santri baru, baru sekitar enam bulan di sini,” ujar pengasuh pesantren, KH Muhammad Hasan Nailul Ilmi, saat dikonfirmasi.

ADVERTISEMENT

KH Hasan menjelaskan, insiden terjadi sekitar pukul 00.30 saat hujan deras disertai angin kencang mengguyur kawasan Besuki. Setelah kejadian, seluruh korban segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat. Dari 19 korban, 15 santriwati diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan, sementara empat lainnya masih dalam observasi medis.

“Gedung itu sebenarnya masih baru, belum sampai tiga tahun digunakan. Tidak ada tanda-tanda kerusakan sebelumnya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, beberapa hari sebelum kejadian, salah satu santri sempat mendengar suara “krak” dari bagian atap, namun tidak ditemukan keretakan di struktur bangunan karena tertutup plafon.

Kapolres Situbondo AKBP Rezi Darmawan membenarkan adanya korban jiwa akibat tertimpa puing bangunan. “Korban meninggal di rumah sakit dan telah dimakamkan oleh keluarga,” ujarnya.

Polisi bersama tim ahli teknik kini melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab ambruknya atap asrama tersebut. “Kami sudah berkoordinasi dengan Kemenag Situbondo dan pihak pesantren. Santriwati yang tinggal di lantai dua dipindahkan sementara ke tempat yang lebih aman,” tambah Kapolres.

Insiden ini menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan masyarakat dan menjadi peringatan penting akan pentingnya pengawasan konstruksi, terutama pada bangunan pendidikan dan pesantren di daerah.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Khofifah Beri Santunan untuk Korban Ambruknya Atap Ponpes Salafiyah

Khofifah Beri Santunan untuk Korban Ambruknya Atap Ponpes Salafiyah

JAWA TIMUR

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon