Khofifah Beri Santunan untuk Korban Ambruknya Atap Ponpes Salafiyah
Sabtu, 1 November 2025 | 20:39 WIB
Situbondo, Beritasatu.com- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah-Syafi’iyah Syekh Abdul Qodir Jaelani, di Desa Blimbing, Kecamatan Besuki, Situbondo, Jawa Timur, Sabtu, (1/10/2025) untuk mengucapkan belasungkawa sekaligus memberikan santunan langsung pada korban ambruknya ponpes.
Baca Juga: Kebakaran Ponpes Al Basyir Cibungbulang, Ratusan Santri SD Dievakuasi
Kedatangan Khofifah bersama rombongan disambut pengasuh pesantren dan pejabat Pemkab Situbondo. Khofifah tiba sekitar pukul 17.00 WIB dan langsung memberikan santunan kepada keluarga korban santriwati yang meninggal saat atap asrama ponpes putri ambruk pada Rabu (29/10/2025) dini hari.
Baca Juga: Pesantren Ambruk di Situbondo, 1 Santriwati Meninggal Saat Tidur
Sayangnya, Khofifah enggan memberikan komentar terkait agenda kunjungannya tersebut, meski sejumlah wartawan sudah cukup lama menunggunya.
“Cukup ke Pak Bupati ya kawan-kawan, makasih ya,” katanya sambil bergegas meninggalkan lokasi.
Sementara itu, salah satu pengasuh Ponpes Salafiyah-Syafi’iyah Syekh Abdul Qodir Jaelani, Kiai Muhammad Hasan Nailul Ilmi mengatakan kedatangan Khofifah untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung dan meminta agar pesantren yang ambruk segera diperbaiki agar aktivitas di pesantren kembali normal.
“Kami sampaikan terima kasih atas kunjungan Ibu Khofifah serta santunannya kepada para santriwati yang menjadi korban,” kata Kiai Hasan kepada Beritasatu.com.
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas belajar mengajar di pondok pesantren tersebut masih diliburkan untuk sementara waktu sambil menunggu perbaikan atap asrama pesantren putri di lantai duaa yang ambruk.
“Untuk kegiatan belajar di pesantren kami liburkan dahulu untuk sementara waktu selama satu minggu,” tuturnya.
Sebagai informasi, atap asrama putri Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah Syekh Abdul Qodir Jaelani di Desa Blimbing, Kecamatan Besuki, Situbondo, Jawa Timur yang terletak di lantai dua gedung ambruk pada Rabu (29/10/2025) dini hari, menimpa 19 santriwati yang sedang tidur.
Satu santriwati menjadi korban jiwa dan 18 santriwati lainnya luka-luka. Hingga kini, masih ada dua orang santri opname di rumah sakit karena mengalami patah tulang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




