ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Satgas Pangan Temukan Penyebab Harga Beras Melonjak di Sidoarjo

Sabtu, 1 November 2025 | 07:00 WIB
SW
S
Penulis: Slamet Wibowo | Editor: JTO
Ilustrasi beras
Ilustrasi beras (Beritasatu.com/Mohammad Muajijin)

Sidoarjo, Beritasatu.com - Harga beras di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Sidoarjo hingga kini masih terpantau tinggi. Kondisi ini menimbulkan keluhan masyarakat yang mengaku kesulitan mendapatkan beras dengan harga terjangkau, terutama untuk jenis beras medium dan premium.

Menanggapi hal tersebut, tim gabungan satgas pangan Sidoarjo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar dan distributor beras, Rabu (30/10/2025). Sidak ini bertujuan memastikan penyebab kenaikan harga sekaligus mencegah praktik penimbunan atau permainan harga di tingkat distributor maupun pengecer.

Salah satu lokasi yang menjadi titik pemeriksaan adalah Pasar Larangan, Sidoarjo. Di pasar tersebut, harga beras medium masih dijual di kisaran Rp 15.500-Rp 16.000 per kilogram, atau di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 14.900 per kilogram.

ADVERTISEMENT

Kanit Tipidek Satreskrim Polresta Sidoarjo Iptu HM Sahat Radot Siburian menjelaskan, kenaikan harga beras di Sidoarjo diduga dipengaruhi oleh berkurangnya pasokan dari daerah penghasil serta meningkatnya biaya distribusi.

“Kami mendapat laporan dari masyarakat bahwa harga beras naik di beberapa pasar. Tim Satgas Pangan turun langsung untuk mengecek apakah kenaikan ini murni karena faktor pasokan, atau ada unsur permainan harga oleh pelaku usaha,” jelas Iptu Sahat, Jumat (31/10/2025).

Dalam sidak tersebut, tim gabungan yang terdiri atas Polresta Sidoarjo, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), serta Perum Bulog memeriksa gudang penyimpanan beras di sejumlah distributor. Tim juga menelusuri alur distribusi dari pemasok hingga pedagang eceran untuk memastikan tidak ada oknum yang menimbun stok demi memperoleh keuntungan lebih besar.

Dari hasil pemeriksaan awal, stok beras di beberapa tempat masih mencukupi. Namun, adanya perbedaan harga antar pasar menjadi perhatian Satgas Pangan. Di beberapa lokasi, harga beras selisih hingga Rp 1.000-Rp 1.500 per kilogram, tergantung kualitas dan asal beras.

“Kami sudah mengingatkan seluruh pelaku usaha agar tidak menjual beras di atas HET. Jika ditemukan ada yang sengaja menaikkan harga atau menimbun stok, kami akan tindak tegas,” tutup Iptu Sahat.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Demi Beras Gratis 20 Kg, Ratusan Warga Tangsel Rela Antre Berjam-jam

Demi Beras Gratis 20 Kg, Ratusan Warga Tangsel Rela Antre Berjam-jam

BANTEN
Wawali Palu Sidak Pasar, Harga Beras Naik Rp 2.000 Per Kilogram

Wawali Palu Sidak Pasar, Harga Beras Naik Rp 2.000 Per Kilogram

NUSANTARA
Harga Beras Premium Naik, Pedagang Menjerit Omzet Anjlok 30 Persen

Harga Beras Premium Naik, Pedagang Menjerit Omzet Anjlok 30 Persen

JAWA BARAT
Beda 180 Derajat, Jepang Kekurangan Beras, Korea Selatan Kebanjiran

Beda 180 Derajat, Jepang Kekurangan Beras, Korea Selatan Kebanjiran

INTERNASIONAL
Heboh Beras Oplosan, Warga Cipondoh Justru Keluhkan Harga Naik

Heboh Beras Oplosan, Warga Cipondoh Justru Keluhkan Harga Naik

BANTEN
Ratusan Warga Madiun Serbu Pasar Murah Sembako

Ratusan Warga Madiun Serbu Pasar Murah Sembako

JAWA TIMUR

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon