ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Malang Dihantam 356 Bencana Alam, Kerugian Capai Rp 729 Juta

Kamis, 6 November 2025 | 09:18 WIB
PS
SM
Penulis: Putu Ayu Pratama Sugiyo | Editor: SMR
Tim gabungan Polres Batu, TNI, BPBD Kecamatan Ngantang, Muspika, perangkat Desa Sidodadi, serta warga Dusun Sekar, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, membersihkan material longsor dengan menggunakan alat berat di akses jalan Malang-Blitar, Senin 3 November 2025.
Tim gabungan Polres Batu, TNI, BPBD Kecamatan Ngantang, Muspika, perangkat Desa Sidodadi, serta warga Dusun Sekar, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, membersihkan material longsor dengan menggunakan alat berat di akses jalan Malang-Blitar, Senin 3 November 2025. (Beritasatu.com/Didik Fibrianto)

Malang, Beritasatu.com – Kabupaten Malang, Jawa Timur dilanda sebanyak 356 bencana alam, mulai dari banjir, tanah longsor, angin kencang hingga gempa bumi sejak Januari hingga Oktober 2025. Rentetan bencana itu menimbulkan kerugian material hingga lebih dari Rp 729 juta. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat dalam 10 bulan terakhir daerah itu dirundung sebanyak 58 kali angin kencang, 19 kali banjir, 37 pohon tumbang, 72 tanah longsor, dan 170 gempa bumi. 

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Ichwanul Muslimin mengatakan cuaca ekstrem yang terjadi sejak akhir Oktober 2025 membuat angin kencang dan pohon tumbang makin sering terjadi.

ADVERTISEMENT

“Kami telah menetapkan status tanggap darurat hingga Januari 2026. Hal ini mengacu pada tanda tanda cuaca ekstrem yang terjadi mulai 29 sampai 30 Oktober lalu,” kata Ichwanul, Kamis (6/11/2025).

Polres Malang telah memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Kabupaten Malang. 

Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo menegaskan kerja sama lintas sektor menjadi kunci utama untuk mempercepat langkah tanggap darurat di daerah rawan bencana.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami perkuat sinergi dengan TNI, BPBD, dan seluruh stakeholder agar setiap penanganan di lapangan bisa cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujar Danang. 

Menurutnya, sinergi tersebut diwujudkan melalui apel kesiapsiagaan, patroli daerah rawan bencana, latihan gabungan evakuasi, hingga penguatan posko komunikasi di setiap kecamatan.

“Setiap wilayah rawan sudah kami petakan bersama BPBD. Kami juga memastikan jalur evakuasi dan alat tanggap darurat bisa digunakan sewaktu-waktu,” tambahnya.

Selain memastikan kesiapan personel, Polres Malang juga aktif mengedukasi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bencana di sekitar tempat tinggalnya.

Dengan kondisi geografis yang kompleks mulai dari pegunungan, pesisir, hingga dataran rendah, Kabupaten Malang menjadi salah satu wilayah dengan tingkat risiko bencana tertinggi di Jawa Timur. Polres Malang memastikan upaya sinergi lintas instansi akan terus ditingkatkan hingga akhir tahun.

“Kami ingin masyarakat menjadi bagian dari sistem tanggap bencana. Kesadaran dini sangat membantu petugas dalam mencegah korban,” pungkas Danang. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon