ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Banjir Lahar Semeru Terjang Lumajang, Warga Nekat Menyeberang

Rabu, 18 Februari 2026 | 17:31 WIB
AK
BW
Penulis: Ahmad Rifqi Danwanus Khalwani | Editor: BW
Banjir lahar dingin dari Gunung Semeru kembali muncul, setelah hujan turun di seputar wilayah aluran sungai Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat 16 Januari 2026.
Banjir lahar dingin dari Gunung Semeru kembali muncul, setelah hujan turun di seputar wilayah aluran sungai Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat 16 Januari 2026. (Beritasatu.com/Ahmad Rifqi Danwanus K.)

Lumajang, Beritasatu.com — Banjir lahar hujan kembali terjadi di sejumlah aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru, Rabu  (18/2/2026) sore. Peristiwa ini mengganggu aktivitas warga karena beberapa jalur penyeberangan tertutup material lumpur dan bebatuan.

Video amatir warga memperlihatkan derasnya arus banjir yang menerjang Sungai Besuk Kobokan.

Di aliran Sungai Regoyo, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, sebagian warga terlihat tetap menyeberangi sungai demi kembali ke permukiman mereka meskipun kondisi arus cukup berbahaya.

ADVERTISEMENT

Situasi tersebut terjadi karena jembatan limpas di lokasi tertutup material lahar, sehingga warga terpaksa mencari cara agar tetap bisa melintas. Kondisi ini memicu kekhawatiran karena arus masih cukup deras dan membawa material vulkanik.

Luapan air di Sungai Regoyo juga membuat warga Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, waspada. Debit air yang meningkat membuat permukaan air naik hingga menutupi bagian atas jembatan limpas, sehingga akses warga menjadi terganggu.

Material lumpur yang terbawa arus membuat permukaan jembatan menjadi licin dan berisiko bagi pengguna jalan. Warga yang melintas pun diminta berhati-hati untuk menghindari kecelakaan.

Salah seorang warga, Didik Hariyono, mengatakan jalur penyeberangan sempat tidak bisa dilalui akibat derasnya aliran banjir.

“Tadi air sampai meluap. Sekarang sudah bisa dilewati, tetapi tetap harus pelan karena jalannya licin dan penuh lumpur,” ujarnya.

Banjir lahar terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan hulu, sehingga material vulkanik terbawa ke aliran sungai.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Is Nugroho, menyebut getaran banjir kali ini mencapai amplitudo maksimum sekitar 15 milimeter.

“Dari laporan PVMBG, getaran banjir mencapai 15 milimeter. Hingga kini belum ada laporan kerusakan, tetapi tim reaksi cepat sudah kami turunkan untuk berjaga di lokasi,” katanya.

Menurutnya, potensi banjir lahar masih bisa terjadi kembali jika curah hujan tinggi terus berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Karena itu, warga yang tinggal di sekitar aliran sungai diimbau meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat juga diminta mematuhi batas aman aktivitas sesuai rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi agar risiko akibat banjir lahar dapat diminimalkan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Asap Tebal Semeru Tutupi Jembatan, Pengendara Wajib Waspada

Asap Tebal Semeru Tutupi Jembatan, Pengendara Wajib Waspada

JAWA TIMUR
Pemkab Lumajang Perkuat Mitigasi di Titik Rawan Banjir Lahar Semeru

Pemkab Lumajang Perkuat Mitigasi di Titik Rawan Banjir Lahar Semeru

JAWA TIMUR
Banjir Lahar Semeru Lumpuhkan Akses Kecamatan, Penambang Nyaris Tewas

Banjir Lahar Semeru Lumpuhkan Akses Kecamatan, Penambang Nyaris Tewas

JAWA TIMUR
Tak Mau Dievakuasi, Warga Bangun Tenda Antisipasi Lahar Semeru

Tak Mau Dievakuasi, Warga Bangun Tenda Antisipasi Lahar Semeru

JAWA TIMUR
Dramatis! Petugas Tandu Lansia Strok Terobos Banjir Lahar Semeru

Dramatis! Petugas Tandu Lansia Strok Terobos Banjir Lahar Semeru

JAWA TIMUR
BPBD Lumajang: 9 Rumah Terendam Banjir Lahar Semeru

BPBD Lumajang: 9 Rumah Terendam Banjir Lahar Semeru

JAWA TIMUR

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon