Banjir Lahar Semeru Terjang Lumajang, Warga Nekat Menyeberang
Rabu, 18 Februari 2026 | 17:31 WIB
Lumajang, Beritasatu.com — Banjir lahar hujan kembali terjadi di sejumlah aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru, Rabu (18/2/2026) sore. Peristiwa ini mengganggu aktivitas warga karena beberapa jalur penyeberangan tertutup material lumpur dan bebatuan.
Video amatir warga memperlihatkan derasnya arus banjir yang menerjang Sungai Besuk Kobokan.
Di aliran Sungai Regoyo, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, sebagian warga terlihat tetap menyeberangi sungai demi kembali ke permukiman mereka meskipun kondisi arus cukup berbahaya.
Situasi tersebut terjadi karena jembatan limpas di lokasi tertutup material lahar, sehingga warga terpaksa mencari cara agar tetap bisa melintas. Kondisi ini memicu kekhawatiran karena arus masih cukup deras dan membawa material vulkanik.
Luapan air di Sungai Regoyo juga membuat warga Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, waspada. Debit air yang meningkat membuat permukaan air naik hingga menutupi bagian atas jembatan limpas, sehingga akses warga menjadi terganggu.
Material lumpur yang terbawa arus membuat permukaan jembatan menjadi licin dan berisiko bagi pengguna jalan. Warga yang melintas pun diminta berhati-hati untuk menghindari kecelakaan.
Salah seorang warga, Didik Hariyono, mengatakan jalur penyeberangan sempat tidak bisa dilalui akibat derasnya aliran banjir.
“Tadi air sampai meluap. Sekarang sudah bisa dilewati, tetapi tetap harus pelan karena jalannya licin dan penuh lumpur,” ujarnya.
Banjir lahar terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan hulu, sehingga material vulkanik terbawa ke aliran sungai.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Is Nugroho, menyebut getaran banjir kali ini mencapai amplitudo maksimum sekitar 15 milimeter.
“Dari laporan PVMBG, getaran banjir mencapai 15 milimeter. Hingga kini belum ada laporan kerusakan, tetapi tim reaksi cepat sudah kami turunkan untuk berjaga di lokasi,” katanya.
Menurutnya, potensi banjir lahar masih bisa terjadi kembali jika curah hujan tinggi terus berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Karena itu, warga yang tinggal di sekitar aliran sungai diimbau meningkatkan kewaspadaan.
Masyarakat juga diminta mematuhi batas aman aktivitas sesuai rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi agar risiko akibat banjir lahar dapat diminimalkan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




