Kisah Nenek 85 Tahun Asal Pasuruan Naik Haji dari Hasil Jualan Cilok
Sabtu, 18 April 2026 | 18:42 WIB
Pasuruan, Beritasatu.com – Seorang nenek berusia 85 tahun di Kota Pasuruan, Jawa Timur, akhirnya mampu mewujudkan impiannya berangkat ke Tanah Suci untuk beribadah haji setelah sekitar 50 tahun berjualan cilok keliling.
Ketekunan dan kebiasaannya menabung dari hasil usaha sederhana menjadi kunci keberhasilan Mislicha dalam menunaikan ibadah haji pada usia senja. Warga Gang Empat, Jalan Patimura, Kelurahan Bugul Kidul, Kecamatan Bugul Kidul itu kini tercatat sebagai calon jemaah haji tertua asal Kota Pasuruan pada 2026.
“Sejak muda saya sudah ingin sekali naik haji. Saya menabung sedikit demi sedikit dari jualan cilok, setiap hari saya sisihkan,” ujar Mislicha kepada Beritasatu.com, Sabtu (18/4/2026).
Mislicha dijadwalkan berangkat pada Kamis (23/4/2026) bersama sang putri, Mariatul Qibtiyah. Keduanya tergabung dalam kloter 10 Embarkasi Surabaya.
Sembari menunggu keberangkatannya ke Tanah Suci, sehari-hari, nenek Mislicha tetap berjualan cilok dengan mendorong gerobak kecil di sekitar lingkungan tempat tinggalnya. Meski usianya tidak lagi muda, ia menjalani aktivitas tersebut dengan penuh semangat.
Ia mengaku tidak hanya menabung dari hasil berjualan, tetapi juga mengikuti arisan kecil sebagai upaya mengumpulkan biaya pendaftaran haji. Dari kebiasaan tersebut, Mislicha berhasil mengumpulkan setoran awal sebesar Rp 25 juta.
Nenek Mislicha resmi mendaftar haji pada 2017. Ia pun tidak menyangka panggilan untuk berangkat ke Tanah Suci datang lebih cepat dari perkiraannya.
“Saya tidak menyangka bisa berangkat sekarang. Alhamdulillah, ini seperti mimpi yang jadi kenyataan,” tambahnya.
Perjalanan hidup nenek Mislicha tidaklah mudah. Setelah ditinggal suaminya sekitar 15 tahun lalu, ia harus membesarkan delapan anak seorang diri. Kini, ia telah memiliki 22 cucu yang menjadi saksi kegigihannya.
Sang putri Mariatul Qibtiyah, yang akan mendampingi selama ibadah haji, mengaku bangga atas perjuangan sang ibu selama puluhan tahun demi bisa menunaikan rukun kelima Islam tersebut.
“Ibu itu orangnya sangat tekun. Dari dahulu jualan cilok keliling tanpa kenal lelah. Saya ikut bantu jualan juga, dan sekarang alhamdulillah ibu bisa berangkat haji,” ungkap Mariatul.
Menjelang keberangkatan, Mislicha berencana menggelar syukuran sederhana bersama keluarga dan tetangga. Warga sekitar pun turut merasa bahagia dan bangga atas pencapaian tersebut.
Sosok Mislicha dikenal sebagai pribadi yang ulet dan telaten. Harapan besar pun mengiringi perjalanannya, agar dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar serta kembali ke Tanah Air dengan selamat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




