ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

3 Tips Agar Aman Olahraga di Luar Ruangan Saat Polusi Udara Sedang Tinggi

Rabu, 23 Agustus 2023 | 16:57 WIB
CK
JS
Penulis: Claudio Augusto Kurniawan | Editor: JAS
Sepasang suami istri sedang berolahraga di sekitar kawasan hunian Synthesis Huis di Jakarta, Selasa, 19 Juli 2022.
Sepasang suami istri sedang berolahraga di sekitar kawasan hunian Synthesis Huis di Jakarta, Selasa, 19 Juli 2022. (Beritasatu Photo/Uthan)

Jakarta, Beritasatu.com - Olahraga merupakan cara untuk menjaga kesehatan. Namun, bagaimana jika polusi udara di luar ruangan sedang tinggi?

Olahraga di udara segar dan area terbuka adalah cara yang baik untuk menjaga kesehatan, tetapi penting juga untuk memperhatikan kualitas udara di lingkungan sekitar. Jakarta adalah salah satu kota dengan tingkat polusi udara tinggi. Perlu berhati-hati dalam menentukan waktu dan lokasi untuk berolahraga di luar ruangan di Ibu Kota demi menjaga kesehatan yang optimal.

Informasi terbaru dari IQAir pada tanggal 20 Agustus 2023 menunjukkan bahwa sejumlah provinsi di Indonesia, seperti Kalimantan Barat, Jawa Barat, Banten, Lampung, DI Yogyakarta, Sumatra Selatan, dan Jawa Tengah, juga memilki kualitas udara buruk. Tingkat polusi udara yang tinggi dapat berdampak negatif pada kesehatan, termasuk risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit jantung, dan bahkan kematian dini.

ADVERTISEMENT

Polusi udara yang tinggi juga bisa menjadi kendala bagi masyarakat yang ingin berolahraga secara teratur di luar ruangan. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari paparan polutan saat berolahraga, berikut di antaranya.

1. Rajin memeriksa kualitas udara
Sangat penting untuk memeriksa kualitas udara sekitar sebelum memulai aktivitas olahraga di luar ruangan. Indeks Kualitas Udara (AQI) adalah indikator yang berguna. Dengan rentang skala dari 0 (kualitas baik) hingga 500 (berbahaya), kita bisa mengetahui kualitas udara di suatu tempat.

Umumnya, peringkat AQI di bawah 100 dianggap aman, tetapi bagi individu yang sensitif terhadap polusi udara, seperti penderita asma, sebaiknya berolahraga di dalam ruangan jika AQI melebihi 50. Selain itu, perhatikan kadar PM2.5 dalam indeks kualitas udara, dan hindari berolahraga jika melebihi ambang batas aman, yaitu di atas 100.

2. Mencari rute terbaik
Rekomendasi untuk menjauh dari jalan-jalan dengan lalu lintas padat dan area dengan bangunan tinggi adalah langkah bijak, polusi udara sering kali lebih tinggi di tempat-tempat seperti itu. Berolahraga di area hutan kota adalah pilihan yang bagus, karena keberadaan pohon dapat membantu membersihkan sebagian udara dan memberikan lingkungan yang lebih segar untuk beraktivitas fisik.

3. Atur waktu dengan tepat
Polusi udara cenderung memburuk pada siang hari, sehingga disarankan untuk berolahraga di luar ruangan pada pagi atau sore hari. Suhu udara yang lebih dingin pada pagi atau sore hari juga dapat membantu menghindari stres tubuh yang bisa meningkatkan kerentanannya terhadap dampak buruk polusi udara. Jadi, menjadwalkan aktivitas olahraga sebelum atau setelah jam sibuk adalah langkah cerdas untuk menjaga kesehatan saat berolahraga di luar ruangan.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT