Kemenkes Sebut Covid-19 JN.1 Meningkat, Masyarakat Diimbau Disiplin Prokes
Minggu, 24 Desember 2023 | 12:57 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian kesehatan (Kemenkes) mencatat sebaran Covid-19 varian JN.1 di Indonesia terus bertambah. Tercatat hingga 19 Desember 2023 terdapat 41 kasus. Oleh karena itu, Kemenkes mengimbau masyarakat disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes).
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan temuan kasus tersebut berdasarkan hasıl pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) terhadap 77 sampel atau 43% dari 453 kasus konfirmasi Covid-19 pada sepanjang November sampai awal Desember 2023.
“Hasil sequence kita terhadap JN.1 ini naik, tadinya hanya 1% di awal November menjadi 19% di minggu ketiga November, kemudian di awal Desember ini sudah 43%,” kata Menkes Budi dalam keterangan resmi Kementerian Kesehatan, pada Jumat (22/12/2023).
Budi juga menjelaskan dari 41 kasus yang ditemukan, lima kasus konfirmasi ditemukan pada 6-23 November 2023, dengan perincian dua kasus dari Jakarta Utara, satu kasus dari Jakarta Selatan, satu kasus dari Jakarta Timur, dan satu kasus dari Batam.
Sementara itu, 36 kasus lainnya ditemukan dari pengambilan sampel yang dilakukan pada 1-12 Desember 2023. Budi menyebut mayoritas pasien atau sekitar 39% yang terkonfirmasi adalah tidak bergejala.
Sebanyak 14% pasien yang bergejala, mayoritas mengalami batuk, pilek, dan sakit tenggorokan. Sementara, beberapa pasien menderita komorbid di antaranya penyakit jantung koroner (PJK), diabetes melitus (DM), hipertensi, gangguan pernapasan berat atau acute respiratory distress syndrome (ARDS), dan gangguan imunologi.
Dengan meningkatnya kasus ini, Budi mengimbau agar masyarakat secara disiplin melaksanakan prokes guna memutus mata rantai penularan Covid-19. Ia juga meminta seluruh masyarakat yang merasakan gejala seperti demam, batuk, dan pilek, agar segera memeriksakan diri ke fasyankes terdekat untuk diagnosis lebih lanjut.
“Masyarakat kalau sudah ada gejala sebaiknya segera tes untuk mengetahui apakah positif Covid-19 atau flu biasa. Kalau positif Covid-19 tapi tidak bergejala sebaiknya istirahat saja. Kalau bergejala bisa ke puskesmas untuk mendapatkan obat,” tuturnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




