Review Film Arthur the King, Menyentuh meski Terkesan Klise
Minggu, 24 Maret 2024 | 08:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Arthur the King (2024) yang tayang perdana di bioskop Indonesia mulai Jumat (22/3/2024) menjadi film yang membawa penonton dalam perjalanan petualangan mengharukan dan persahabatan manusia dan anjing di hutan belantara Republik Dominika.
Didasarkan kisah nyata, film ini memiliki beberapa momen emosional yang menyentuh penonton, meski secara kesuluruhan, alur plot terkesan klise dan mudah ditebak.
Kisah dimulai dengan Michael Light (diperankan oleh Mark Wahlberg), seorang pembalap petualangan paruh baya yang sedang mencari kesempatan terakhir untuk membuktikan dirinya. Light lalu membentuk tim balapan yang terdiri dari empat orang, yang masing-masing memiliki motivasinya sendiri untuk balapan.
Puncak dari keseluruhan cerita adalah kehadiran Arthur, seekor anjing liar yang menjadi anggota kelima dari tim Light. Kisah yang menampilkan ikatan kuat dan tak terpisahkan antara manusia dan hewan dikemas dengan apik dalam film yang diadaptasi dari buku non-fiksi, Arthur - The Dog Who Crossed the Jungle to Find a Home (2016).

Meski berusaha ditampilkan sebagai dog movie pada umumnya, sekitar setengah dari awal film justru lebih banyak menampilkan aksi petualangan yang cukup mendebarkan. Dari trek hutan yang berliku-liku hingga lintasan zipline yang menegangkan, penonton dibuat terkesima dengan latar hutan di Republik Dominika yang memukau.
Kisah persahabatan antara Michael Light dan Arthur tidak hanya menyoroti kekuatan ikatan manusia-hewan, tetapi juga mengeksplorasi tema-tema seperti kesetiaan, keberanian, dan pengorbanan. Salah satu momen emosional terjadi pada bagian klimaks film, ketika tim Light benar-benar menganggap Arthur sebagai bagian dari tim yang harus diperjuangkan.
Di bawah arahan sutradara Simon Cellan Jones, Arthur the King menggabungkan elemen-elemen yang membuat film petualangan dan dog movie menjadi kombinasi yang menyenangkan. Dukungan dari para pemeran pendukung sekelas Nathalie Emmanuel, Simu Liu, dan Ali Suliman, membawa dimensi emosional dari karakter-karakter minor.
Meskipun memiliki beberapa momen klise dan plot yang mudah ditebak, Arthur the King secara keseluruhan berhasil membuat penonton terinspirasi, minimal untuk ingin mengetahui lebih lanjut apa yang sebetulnya terjadi pada Arthur dan tim Light.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Jet AS Rontok di Iran, Ini Daftar Peristiwa yang Memalukan Amerika




