ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dokter: Ibu Hamil Jangan Menahan Buang Air Kecil Saat Perjalanan Mudik

Jumat, 5 April 2024 | 04:00 WIB
NF
NF
Penulis: Novie Fauziah | Editor: NF
Ilustrasi ibu hamil.
Ilustrasi ibu hamil. (Pixabay/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Kebiasaan menahan buang air kecil dapat memiliki efek negatif pada kesehatan. Hal ini dapat menyebabkan penumpukan bakteri dalam kandung kemih, risiko infeksi saluran kemih, dan bisa menyebabkan gangguan pada sistem kemih. 

Termasuk untuk ibu hamil, sebaiknya tidak menahan diri untuk buang air kecil, khususnya saat sedang dalam perjalanan mudik. Hal tersebut dapat berisiko terhadap kesehatan.

"Tetap harus buang air kecil, meski kamar mandi di jalan penuh, normalnya setiap empat sampai enam jam sekali harus pipis. Sebab kalau tidak buang air kecil selama itu, tandanya ibu dehidrasi," kata dokter spesialis kandungan dan kebidanan Rumah Sakit Pelni, dr Dewita Nilasari Sp OG dikutip dari Antara.

ADVERTISEMENT

Dewita menekankan, kebiasaan menahan buang air kecil selama perjalanan dapat berisiko membuat ibu hamil mengalami infeksi saluran kemih, keputihan yang menjadikan perut mulas hingga risiko ketuban pecah.

Oleh karena itu, lebih baik perjalanan diberhentikan sejenak ke tempat istirahat, seperti rest area terdekat dan mencari kamar mandi bersih untuk ibu buang air kecil.

Lebih lanjut, umumnya ibu hamil sama seperti orang normal yang setiap empat sampai enam jam sekali harus buang air kecil. Namun, apabila selama waktu tersebut ibu tidak mengalami rangsangan, dikhawatirkan telah mengalami dehidrasi.

“Kalau ibu hamil dehidrasi, kurang minum air minimal 2,5 liter sehari, air ketubannya bisa sedikit dan bayi jadi kecil,” ujarnya.

Selama perjalanan mudik, Dewita mengingatkan, setiap orang tidak boleh hanya memerhatikan kebutuhan cairan ibu saja, tetapi juga kondisi air ketuban yang berfungsi sebagai pelindung janin ketika mengalami benturan, membantu persalinan berjalan normal dan memberi ruang bayi berkembang secara normal.

Menurutnya, untuk memenuhi kebutuhan cairan 2,5 liter air dalam sehari dapat dilakukan dengan banyak cara. Selain air putih, ibu dapat mengonsumsi air kelapa hijau yang alami, jus murni, susu atau makanan yang mengandung banyak air seperti sup, soto dan buah-buahan.

“Pokoknya kalau kita lagi tidak ingin air putih, bisa dengan pilihan-pilihan yang tadi seperti air kelapa, kuah sup, soto, dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kapolsek Ciawi Kawal Ibu Hamil Terjebak Macet di Puncak

Kapolsek Ciawi Kawal Ibu Hamil Terjebak Macet di Puncak

JAWA BARAT
Ibu Hamil Bisa Puasa? Ketahui Syarat, Risiko, dan Panduannya

Ibu Hamil Bisa Puasa? Ketahui Syarat, Risiko, dan Panduannya

LIFESTYLE
Kisah Kelam Pelayanan Kesehatan di Papua, Ibu Hamil Tewas Ditolak 4 RS

Kisah Kelam Pelayanan Kesehatan di Papua, Ibu Hamil Tewas Ditolak 4 RS

NASIONAL
Ibu Hamil Tewas Seusai Ditolak 3 RS, Gubernur Papua Minta Maaf

Ibu Hamil Tewas Seusai Ditolak 3 RS, Gubernur Papua Minta Maaf

NUSANTARA
Ibu Hamil Terpapar Mikroplastik, Dokter Jelaskan Dampak ke Stunting

Ibu Hamil Terpapar Mikroplastik, Dokter Jelaskan Dampak ke Stunting

LIFESTYLE
Ahli: Nyeri Kehamilan Sering Diabaikan, Bisa Picu Risiko Serius

Ahli: Nyeri Kehamilan Sering Diabaikan, Bisa Picu Risiko Serius

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT