Kemenkes: Sumbar Catat Kasus Demam Terbanyak Pascabanjir dan Longsor
Kamis, 4 Desember 2025 | 12:23 WIB
Sumatera Barat, Beritasatu.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat kasus demam tertinggi di Sumatera Barat pascabanjir dan tanah longsor. Catatan kasus demam di Sumatera Barat menjadi yang tertinggi di antara tiga provinsi terdampak banjir dan longsor di Pulau Sumatera.
Dikutip dari laman resmi Kemenkes, Kamis (4/12/2025) pada periode 25–29 November 2025 tercatat ada 376 kasus demam dari lima kabupaten yakni di Pasaman, Pasaman Barat, Agam, Pesisir Selatan, dan Tanah Datar.
Selain demam, keluhan kondisi kesehatan lain yang banyak dilaporkan meliputi myalgia ada 201 kasus, gatal-gatal sebanyak 120 kasus, dispepsia 118 kasus, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) 116 kasus, hipertensi 77 kasus, luka 62 kasus, sakit kepala 46 kasus, serta diare dan asma masing-masing 40 kasus.
Pola yang sama juga terjadi di wilayah Sumatera Utara, pada periode 25 November hingga 1 Desember 2025 tercatat di Kabupaten Tapanuli Selatan sudah ada 277 kasus demam, diikuti myalgia 151 kasus, gatal 150 kasus, dispepsia 94 kasus, ISPA 96 kasus, hipertensi 75 kasus, luka-luka 45 kasus, sakit kepala 23 kasus, diare 23 kasus, dan asma 3 kasus.
Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Agus Jamaludin menyebut, tingginya kasus demam menandakan kondisi lingkungan dan tempat tinggal yang belum pulih sepenuhnya pascabencana.
“Demam adalah keluhan yang paling cepat meningkat setelah banjir, terutama saat tempat pengungsian itu padat dan akses air bersihnya terbatas. Disebabkan juga karena pelindung tubuh yang kurang memadai selama mengungsi,” jelasnya.
Sementara itu, berbeda dengan Sumatera, untuk di Aceh dari data di Kabupaten Pidie Jaya pada periode 25 November hingga 1 Desember keluhan tertinggi yang dialami para korban banjir dan tanah longsor adalah luka-luka dengan sebanyak 35 kasus, disusul ISPA 15 kasus dan diare 6 kasus.
Merespons situasi ini, Agus memastikan Kemenkes telah mengirim tenaga kesehatan (nakes) dan logistik tambahan ke wilayah terdampak.
“Kami menjamin ketersediaan obat dan nakes untuk menangani berbagai keluhan kesehatan yang dialami masyarakat. Fokus kami adalah mencegah penularan dan menekan risiko komplikasi,” pungkas Agus.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




