ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

6 Penyakit Sering Timbul setelah Bencana Alam dan Cara Mengatasinya

Kamis, 4 Desember 2025 | 15:21 WIB
DR
TE
Penulis: Dien Fitria Nur Ramadhan | Editor: TCE
Banjir rob merendam kawasan Jalan RE Martadinata, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (4/12/2025).
Banjir rob merendam kawasan Jalan RE Martadinata, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (4/12/2025). (Antara/BPBD Jakarta)

Jakarta, Beritasatu.com - Bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat, tidak hanya menimbulkan luka psikologis, kerugian material, dan korban jiwa.

Dampak kesehatan yang menyertai bencana juga menjadi ancaman serius. Banjir tidak hanya mengubah kondisi fisik lingkungan, tetapi juga memengaruhi kualitas air, kebersihan, dan sanitasi.

Air kotor bercampur limbah, kotoran hewan, dan bahan kimia yang berbahaya. Di sisi lain, pengungsian seringkali memiliki fasilitas terbatas, minim air bersih, dan kurang ventilasi.

ADVERTISEMENT

Kombinasi faktor-faktor ini menciptakan peluang besar bagi bakteri, virus, jamur, serta vektor seperti nyamuk dan tikus untuk berkembang sekaligus meningkatkan risiko penularan penyakit.

Memahami penyakit setelah bencana alam, terutama setelah banjir, sangat penting agar masyarakat bisa mengambil langkah pencegahan sejak awal.

Berikut ini deretan penyakit yang paling sering muncul pascabanjir dan cara menghindarinya.

Penyakit Umum setelah Banjir

1. Diare dan penyakit pencernaan

Air dan makanan yang terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit dapat memicu diare, disentri, hingga tifoid. Kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia dapat mengalami dehidrasi lebih cepat sehingga membutuhkan penanganan segera.

2. Leptospirosis (demam banjir)

Ketika air banjir bercampur dengan urine hewan, terutama tikus, bakteri leptospira dapat masuk ke tubuh melalui luka terbuka atau selaput lendir. Gejalanya berupa demam, nyeri otot, sakit kepala, dan dalam kasus parah dapat memengaruhi organ vital.

3. Demam berdarah dengue (DBD) dan penyakit akibat nyamuk

Genangan air pascabanjir menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Baik anak-anak maupun orang dewasa dapat terinfeksi DBD, penyakit yang dapat memburuk jika tidak ditangani dengan cepat.

4. Infeksi saluran pernapasan (ISPA)

Lingkungan lembap, paparan debu, udara dingin, hingga kualitas udara yang menurun di lokasi pengungsian dapat memicu ISPA atau pneumonia. Kondisi padat dan minim ventilasi ikut mempercepat penyebaran penyakit ini.

5. Penyakit kulit

Kontak langsung dengan air banjir dapat menyebabkan infeksi kulit, seperti kurap, jamur, ruam, hingga luka yang terinfeksi. Kotoran dan bakteri dalam air memperparah risiko terjadinya iritasi atau infeksi.

6. Memburuknya penyakit kronis

Bagi penderita penyakit kronis, seperti diabetes, hipertensi, atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), kondisi pascabanjir dapat memperburuk kesehatan. Stres, akses layanan kesehatan terbatas, dan pola makan tidak teratur sering memperparah kondisi mereka.

Cara Mencegah Penyakit setelah Banjir

Beberapa langkah penting yang perlu dilakukan untuk menekan risiko penyakit pascabencana:

  • Membersihkan lingkungan secara menyeluruh

Lumpur, sampah, dan kotoran bekas banjir harus segera dibersihkan. Gunakan disinfektan pada lantai, dinding, dan area yang terkontaminasi.

  • Pastikan sumber air minum aman

Rebus air hingga mendidih sebelum diminum atau gunakan air kemasan. Hindari menggunakan air sumur yang belum diuji kebersihannya.

  • Gunakan perlindungan diri

Saat membersihkan rumah atau melewati genangan air, gunakan alas kaki tebal atau sepatu boots. Tutup luka terbuka untuk mencegah infeksi.

  • Jaga kebersihan makanan

Konsumsi makanan matang, bersih, dan bergizi. Selain itu, pastikan istirahat yang cukup agar daya tahan tubuh tetap kuat.

  • Segera periksa ke fasilitas kesehatan

Jika muncul gejala seperti demam, diare berkepanjangan, ruam kulit, atau luka yang lama sembuh, segera lakukan pemeriksaan agar tidak terjadi komplikasi.

  • Pastikan fasilitas pengungsian layak

Air bersih, sanitasi, dan ventilasi menjadi faktor penting untuk menekan penyebaran penyakit di lokasi penampungan.

Banjir bandang yang terjadi baru-baru ini tidak hanya membawa kerusakan fisik, tetapi juga membuka peluang munculnya berbagai penyakit setelah bencana alam. Mulai dari diare, leptospirosis, DBD, hingga infeksi kulit dan pernapasan, semuanya dapat terjadi jika masyarakat kurang waspada.

Kunci untuk tetap sehat dalam kondisi darurat adalah tindakan cepat, menjaga kebersihan, dan memastikan makanan serta air yang dikonsumsi aman.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon