ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Minim Air Bersih, Pengungsi Banjir Aceh Tamiang Terserang Penyakit

Senin, 15 Desember 2025 | 16:08 WIB
RH
JS
Penulis: Ricki Putra Harahap | Editor: JJS
Ilustrasi pengungsi bencana di Aceh.
Ilustrasi pengungsi bencana di Aceh. (Beritasatu.com/Delfi Neski)

Aceh Tamiang, Beritasatu.com - Sejumlah pengungsi di Posko Pengungsian Jembatan Kuala Simpang, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, mulai mengalami gangguan kesehatan pascabanjir. Anak-anak menjadi kelompok paling rentan terdampak.

Sejak air banjir surut, debu dari lumpur yang mengering beterbangan di sekitar area pengungsian. Kondisi ini memicu meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), disertai keluhan batuk, pilek, hingga demam dalam sepuluh hari terakhir.

Situasi tersebut diperparah oleh buruknya sanitasi serta keterbatasan air bersih di lokasi pengungsian.

ADVERTISEMENT

Dokter relawan di posko kesehatan dokter Ilham Mufid mengatakan, penyakit yang paling banyak ditangani saat ini adalah diare, demam, dan ISPA. Setiap harinya, puluhan pengungsi datang untuk menjalani pengobatan.

“Tiga penyakit itu memang paling banyak kami tangani. Debu meningkat dan air sanitasi belum bersih, sehingga memicu munculnya penyakit tersebut,” ujar dokter Ilham kepada wartawan, Senin (15/12/2025).

Ia menjelaskan, sebagian besar pasien masih dapat ditangani dengan rawat jalan dan observasi di posko kesehatan. Namun, pengungsi dengan kondisi lebih serius akan dirujuk ke rumah sakit.

“Untuk kasus yang membutuhkan penanganan lanjutan, kami rujuk ke RSUD Langsa dan RSUD Aceh Tamiang,” tambahnya.

Terkait kebutuhan medis, dokter Ilham menyebut, obat diare, batuk, pilek, serta penurun demam menjadi yang paling dibutuhkan.

Selain itu, banyak pengungsi mengalami luka akibat menginjak pecahan kaca, paku, dan sisa material bangunan yang tertimbun lumpur.

“Yang luka cukup banyak karena tidak menggunakan alas kaki. Material bangunan masih berserakan di lumpur,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan, tim medis mengimbau pengungsi untuk menggunakan masker guna mengurangi paparan debu.

Sementara itu, Juwita Sari, pengungsi asal Desa Suka Jadi, Karang Baru, mengungkapkan anak-anak di pengungsian sangat mudah jatuh sakit. Bayinya yang berusia satu tahun bahkan sudah beberapa kali mengalami gangguan kesehatan sejak tinggal di posko.

“Sering sakit sejak di sini. Bayi saya sudah tiga sampai empat kali sakit. Kalau malam hujan, tenda basah, siang panas sekali,” ujarnya.

Anaknya kerap mengalami demam, batuk, dan pilek. Meski tersedia layanan kesehatan, kondisi lingkungan yang tidak mendukung membuat anak-anak tetap rentan terserang penyakit.

Juwita juga mengenang kondisi sulit saat banjir pertama kali melanda. Ketiadaan air bersih memaksanya memberikan air hujan, bahkan air banjir, kepada anaknya untuk diminum.

“Waktu itu belum ada air bersih. Kalau hujan, saya kasih air hujan. Kalau tidak, ya air banjir itu. Makan pun seadanya,” tuturnya dengan suara lirih.

Ia mengaku, sedih dan takut akan dampak air banjir yang keruh dan bercampur lumpur terhadap kesehatan anaknya.

“Itu air lumpur sisa banjir. Sambil kasih minum sambil nangis, takut berdosa, tapi kalau tidak dikasih dia haus,” katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ujian di Tengah Bencana, Siswa SMP di Pidie Jaya Kembali Bersekolah

Ujian di Tengah Bencana, Siswa SMP di Pidie Jaya Kembali Bersekolah

NASIONAL
Bupati Aceh Utara Apresiasi Bantuan dari Kementan

Bupati Aceh Utara Apresiasi Bantuan dari Kementan

NUSANTARA
Gubernur Banten Andra Soni Kunjungi Sumbar Beri Bantuan Rp 1 M

Gubernur Banten Andra Soni Kunjungi Sumbar Beri Bantuan Rp 1 M

NUSANTARA
Kunjungan Prabowo ke Aceh Beri Dampak Psikologis ke Korban Terdampak

Kunjungan Prabowo ke Aceh Beri Dampak Psikologis ke Korban Terdampak

NASIONAL
Intip Keseruan Andien Hibur Korban Bencana di Aceh Tamiang

Intip Keseruan Andien Hibur Korban Bencana di Aceh Tamiang

LIFESTYLE
Lihat Kondisi Bencana di Aceh Tamiang, Fadil Jaidi Menangis

Lihat Kondisi Bencana di Aceh Tamiang, Fadil Jaidi Menangis

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon