Medsos dan Roblox Dibatasi, Fasum untuk Anak Perlu Diperbanyak
Jumat, 13 Maret 2026 | 05:33 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Pembatasan penggunaan media sosial dan game Roblox bagi anak di bawah usia 16 tahun dinilai perlu diimbangi dengan peningkatan fasilitas umum (fasum) yang ramah anak agar mereka memiliki lebih banyak pilihan aktivitas di luar ruang digital.
Lead Analis Drone Emprit Rizal Nova Mujahid menilai kecanduan media sosial pada anak juga berkaitan dengan keterbatasan fasilitas publik yang memadai.
Menurutnya, banyak masyarakat menilai anak-anak akhirnya lebih sering menghabiskan waktu di ruang digital karena kurangnya ruang publik yang aman dan nyaman untuk beraktivitas.
Ia menekankan penambahan fasilitas publik tidak hanya soal jumlah, tetapi juga kualitas serta tingkat keamanannya.
“Tidak cukup hanya menambah jumlah fasilitas. Kualitas dan keamanan juga harus menjadi perhatian agar anak-anak benar-benar bisa bermain dan beraktivitas dengan aman,” kata Rizal dari wawancara ekslusif yang ditayangkan dalam program Berita Sore di kanal YouTube Beritasatu.com.
Ia menambahkan keluhan terkait keterbatasan ruang publik ramah anak banyak disampaikan oleh masyarakat, terutama mereka yang tinggal di kota-kota besar.
“Mereka merasa masih kurang ruang publik yang aman dan nyaman untuk anak-anak,” kata Rizal.
Menurutnya, platform media sosial sebenarnya telah memiliki aturan yang cukup ketat dan menjalin kerja sama dengan pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika.
“Mereka memiliki kerja sama yang baik sehingga aturan tersebut dapat ditegakkan dengan maksimal. Namun publik tentu berhak bertanya, seberapa baik platform-platform tersebut menjaga data pengguna?” katanya.
Menurut Rizal, pertanyaan tersebut wajar muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap perlindungan data pribadi pengguna.
Karena itu, platform digital perlu menjelaskan secara terbuka kepada publik mengenai berbagai langkah yang dilakukan untuk melindungi data pengguna.
“Misalnya apa saja sistem pengamanan yang digunakan, bagaimana mereka mengantisipasi kebocoran data, serta prosedur apa yang diterapkan jika terjadi insiden keamanan,” jelasnya.
Ia menambahkan transparansi tersebut penting agar masyarakat yakin bahwa data yang mereka berikan kepada platform tidak akan menimbulkan dampak negatif di kemudian hari.
“Ini menjadi salah satu isu yang paling sering dipertanyakan, yaitu terkait keamanan data dan kebebasan berekspresi,” tambahnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




