ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Masuk Vietnam 2026 Wajib Isi Kartu Kedatangan Digital, Begini Caranya

Kamis, 23 April 2026 | 13:39 WIB
AM
TE
Penulis: Aura Ramadhani Marsono | Editor: TCE
Hanoi, Vietnam.
Hanoi, Vietnam. (Unsplash/Silver Ringvee)

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Vietnam resmi memberlakukan aturan baru terkait syarat masuk bagi wisatawan asing mulai 2026. Salah satu ketentuan utama yang wajib diperhatikan adalah kewajiban mengisi kartu kedatangan digital sebelum tiba di negara tersebut.

Kebijakan ini menjadi bagian dari transformasi sistem imigrasi yang kini mengarah pada digitalisasi layanan. Tujuannya untuk meningkatkan efisiensi serta mempercepat proses pemeriksaan di bandara, sekaligus mengantisipasi lonjakan jumlah wisatawan internasional dalam beberapa tahun terakhir.

Bagi wisatawan Indonesia, aturan ini menjadi hal penting sebelum melakukan perjalanan. Meski masih mendapatkan fasilitas bebas visa untuk kunjungan singkat, seluruh pelaku perjalanan tetap wajib memenuhi ketentuan administratif terbaru ini.

ADVERTISEMENT

Dilansir dari Visas News, aturan ini mulai diberlakukan sejak 15 April 2026. Tahap awal implementasi dilakukan di Bandara Internasional Tan Son Nhat yang berada di Ho Chi Minh City.

Seluruh wisatawan asing, baik yang menggunakan visa maupun fasilitas bebas visa, diwajibkan mengisi formulir kedatangan secara online sebelum tiba di Vietnam.

Wajib Diisi Maksimal 72 Jam sebelum Kedatangan

Kartu kedatangan digital kini menggantikan formulir manual yang sebelumnya diisi saat tiba di bandara. Dengan sistem baru ini, data penumpang sudah tercatat lebih awal sehingga proses verifikasi di imigrasi menjadi lebih cepat.

Sebelumnya, antrean imigrasi di bandara utama dapat mencapai 30 hingga 45 menit, bahkan bisa memakan waktu 1 jam hingga 2 jam saat periode sibuk. Pengisian formulir hanya dapat dilakukan dalam kurun waktu maksimal 72 jam sebelum kedatangan.

Oleh karena itu, wisatawan disarankan untuk mengisi lebih awal guna menghindari kendala teknis menjelang keberangkatan. Setelah pengisian selesai, sistem akan menghasilkan kode QR yang wajib ditunjukkan kepada petugas imigrasi saat tiba.

Kode ini menjadi bukti data telah terdaftar dan dapat langsung diverifikasi tanpa perlu input ulang. Bagi wisatawan yang belum sempat mengisi sebelum keberangkatan, pengisian tetap bisa dilakukan saat tiba.

Namun, hal ini berpotensi menyebabkan antrean lebih lama dibandingkan dengan penumpang yang sudah melakukan registrasi sebelumnya.

Data yang Wajib Diisi dalam Kartu Kedatangan Digital

Dalam proses pengisian kartu kedatangan digital sebagai bagian dari syarat masuk Vietnam 2026, terdapat empat tahap utama yang harus dilengkapi:

  • Data pribadi, seperti nama lengkap, nomor paspor, tanggal lahir, dan kewarganegaraan.
  • Informasi kontak, meliputi alamat email dan nomor telepon aktif.
  • Data perjalanan, seperti negara asal, tujuan kunjungan, nomor penerbangan, serta alamat akomodasi.
  • Verifikasi dengan kode OTP yang dikirimkan melalui email.

Setelah seluruh data diverifikasi, sistem akan mengeluarkan kode QR yang dapat diunduh sebagai bukti registrasi untuk ditunjukkan saat pemeriksaan imigrasi.

Kebijakan kartu kedatangan digital ini berlaku untuk seluruh warga negara asing tanpa pengecualian, termasuk wisatawan yang mendapatkan fasilitas bebas visa.

Namun demikian, terdapat beberapa kategori penumpang yang tidak diwajibkan mengisi formulir ini, yaitu warga negara Vietnam yang menggunakan paspor nasional, dan penumpang transit yang tidak melewati proses imigrasi.

Kebijakan ini bertujuan memperkuat sistem pendataan wisatawan asing sekaligus meningkatkan keamanan serta efisiensi layanan di pintu masuk negara.

Berpotensi Diperluas ke Hanoi dan Da Nang

Saat ini, implementasi kartu kedatangan digital masih difokuskan di Bandara Internasional Tan Son Nhat sebagai salah satu pintu masuk tersibuk di Vietnam.

Ke depan, pemerintah berpotensi memperluas kebijakan ini ke kota lain, seperti Hanoi dan Da Nang guna mendukung pemerataan layanan imigrasi digital di seluruh pintu masuk internasional.

Penerapan sistem serupa di Vietnam juga telah diterapkan di berbagai negara Asia, seperti India, China, Korea Selatan, dan Indonesia, sebagai bagian dari digitalisasi layanan keimigrasian.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Jelang Pemilu Parlemen, Vietnam Bebaskan 10.000 Narapidana

Jelang Pemilu Parlemen, Vietnam Bebaskan 10.000 Narapidana

INTERNASIONAL
Penyelundupan Benih Lobster, Bareskrim Geledah Gudang di Sukabumi-Banyuwangi

Penyelundupan Benih Lobster, Bareskrim Geledah Gudang di Sukabumi-Banyuwangi

NASIONAL
Kapal Tanker Irak Lolos Blokade AS dan Berlayar Menuju Vietnam

Kapal Tanker Irak Lolos Blokade AS dan Berlayar Menuju Vietnam

EKONOMI
Terkuak! Sindikat Judol di Hayam Wuruk Mayoritas WN Vietnam dan China

Terkuak! Sindikat Judol di Hayam Wuruk Mayoritas WN Vietnam dan China

JAKARTA
Ekspor Susu ke Vietnam Jadi Bukti Daya Saing RI di Pasar Global

Ekspor Susu ke Vietnam Jadi Bukti Daya Saing RI di Pasar Global

EKONOMI
Piala AFF Malam Ini, Timnas Indonesia U-17 Siap Kalahkan Vietnam

Piala AFF Malam Ini, Timnas Indonesia U-17 Siap Kalahkan Vietnam

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon