ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Geger Hantavirus Diduga Mewabah di Kapal Pesiar, 3 Orang Meninggal

Selasa, 5 Mei 2026 | 10:24 WIB
WS
TE
Penulis: Wasti Marentha Sihombing | Editor: TCE
Ilustrasi hantavirus.
Ilustrasi hantavirus. (Magnific/Mego Studio)

Cape Town, Beritasatu.com - Wabah hantavirus diduga terjadi di kapal pesiar MV Hondius dan langsung memicu kewaspadaan global setelah tiga orang dilaporkan meninggal dunia serta sejumlah penumpang dan kru mengalami gejala serius.

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mengonfirmasi adanya dugaan infeksi hantavirus yang menyerang orang-orang di atas kapal tersebut. Virus ini diketahui berasal dari hewan pengerat dan dapat menular ke manusia melalui paparan tertentu.

Seiring berkembangnya kasus, jumlah korban jiwa pun bertambah hingga mencapai sedikitnya tiga orang. Kondisi ini memperkuat dugaan penyebaran virus terjadi selama perjalanan kapal berlangsung.

Situasi tersebut mendorong respons cepat dari otoritas kesehatan lintas negara. Mengingat hantavirus tergolong langka tetapi memiliki tingkat fatalitas tinggi, investigasi mendalam kini dilakukan untuk menelusuri sumber penularan serta mencegah risiko penyebaran lebih luas di antara ratusan orang yang berada di atas kapal.

ADVERTISEMENT

Kronologi Kasus di Kapal MV Hondius

Dikutip BBC, insiden ini terjadi di atas kapal MV Hondius, kapal pesiar kutub sepanjang 107,6 meter dengan kapasitas 170 penumpang dalam 80 kabin. Kapal yang dioperasikan oleh Oceanwide Expeditions ini juga membawa 57 awak, 13 pemandu wisata, dan seorang dokter.

Perjalanan dimulai dari Ushuaia, Argentina selatan, pada 20 Maret dan dijadwalkan berakhir pada 4 Mei di Tanjung Verde. Rute pelayaran mencakup Antartika dan Kepulauan Falkland sebelum melintasi Atlantik menuju Kepulauan Canary, Spanyol.

Masalah kesehatan mulai muncul saat kapal berada di perairan Atlantik Selatan. Juru bicara Kementerian Kesehatan Afrika Selatan, Foster Mohale, menyebut sekitar 150 wisatawan dari berbagai negara berada di kapal saat insiden terjadi.

Data dari Departemen Kesehatan Afrika Selatan mencatat korban pertama adalah pria berusia 70 tahun yang meninggal di atas kapal. Ia mengalami gejala mendadak berupa demam, sakit kepala, sakit perut, dan diare.

Saat kapal tiba di Pulau St Helena, ia dinyatakan meninggal dan jenazahnya diturunkan di sana. Korban kedua adalah pasangan pria tersebut, seorang wanita berusia 69 tahun. Ia sempat dievakuasi ke Afrika Selatan, tetapi meninggal dunia di rumah sakit di Johannesburg.

Korban ketiga merupakan warga negara Belanda. Pihak operator kapal saat ini tengah mengurus pemulangan jenazahnya bersama seorang tamu yang memiliki hubungan dekat dengan korban.

Selain tiga korban meninggal, satu warga negara Inggris dilaporkan dalam kondisi kritis dan dirawat di unit perawatan intensif (ICU) di Johannesburg.

Pernyataan WHO dan Proses Investigasi

WHO segera mengeluarkan pernyataan resmi terkait perkembangan kasus ini. Menurut laporan Deutsche Welle (DW), satu kasus hantavirus telah dikonfirmasi sebagai infeksi hantavirus melalui uji laboratorium, sementara lima lainnya masih berstatus suspek.

Dalam pernyataan kepada Associated Press (AP), WHO menegaskan investigasi terus berlangsung, termasuk pengujian lanjutan dan penyelidikan epidemiologis. Perawatan medis dan dukungan juga diberikan kepada penumpang serta kru kapal.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan melalui platform X pihaknya tengah memfasilitasi evakuasi medis bagi penumpang yang bergejala, melakukan penilaian risiko kesehatan masyarakat secara menyeluruh, serta membantu penanganan di kapal yang kini bersandar di Praia, Tanjung Verde.

Cara Penularan dan Gejala Hantavirus

Hantavirus merupakan penyakit yang ditularkan dari hewan pengerat ke manusia. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), penularan umumnya terjadi melalui paparan urin, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi, terutama melalui partikel udara (aerosolisasi).

Salah satu tantangan terbesar adalah masa inkubasi yang panjang. Ahli mikrobiologi Siouxsie Wiles menjelaskan gejala bisa muncul antara satu hingga delapan minggu setelah paparan.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran adanya kasus tambahan yang belum terdeteksi. Gejala awal yang umum meliputi:

  • Kelelahan ekstrem dan demam tinggi.
  • Nyeri otot, terutama di punggung dan paha.
  • Sakit kepala, pusing, dan menggigil.
  • Mual, muntah, serta sakit perut.

Jika tidak ditangani, infeksi dapat berkembang menjadi hantavirus pulmonary syndrome (HPS), kondisi serius di mana paru-paru terisi cairan dan menyebabkan sesak napas akut.

Meskipun jarang, WHO menyebut penularan antarmanusia bisa terjadi pada strain tertentu, terutama di lingkungan tertutup seperti kapal pesiar.

Upaya Penanganan dan Evakuasi

Saat ini, MV Hondius berada dalam posisi berlabuh di Praia, ibu kota Tanjung Verde. Oceanwide Expeditions menyatakan fokus utama adalah memastikan kru yang mengalami gejala mendapatkan perawatan medis optimal.

Namun, proses evakuasi menghadapi kendala administratif. Laporan The Guardian menyebut otoritas setempat sempat menunda izin turun kapal bagi individu yang membutuhkan perawatan. Pemerintah Belanda kini memimpin upaya repatriasi bagi warga negaranya, termasuk korban meninggal.

Di sisi lain, Institut Nasional untuk Penyakit Menular (NICD) Afrika Selatan melakukan pelacakan kontak di Johannesburg guna mengantisipasi kemungkinan penyebaran hantavirus lebih lanjut.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

WHO Laporkan Tambahan Kasus Hantavirus dari Kapal Pesiar MV Hondius

WHO Laporkan Tambahan Kasus Hantavirus dari Kapal Pesiar MV Hondius

INTERNASIONAL
Kapal MV Hondius Didisinfeksi di Rotterdam Seusai Wabah Hantavirus

Kapal MV Hondius Didisinfeksi di Rotterdam Seusai Wabah Hantavirus

INTERNASIONAL
WHO Rampungkan Evakuasi Kapal MV Hondius Hantavirus di Tenerife

WHO Rampungkan Evakuasi Kapal MV Hondius Hantavirus di Tenerife

LIFESTYLE
Kapal di Tanjung Perak Diperiksa Ketat Imbas Ancaman Hantavirus

Kapal di Tanjung Perak Diperiksa Ketat Imbas Ancaman Hantavirus

JAWA TIMUR
1 Orang Positif Hantavirus sejak Januari, Dinkes Jatim: Sudah Sembuh

1 Orang Positif Hantavirus sejak Januari, Dinkes Jatim: Sudah Sembuh

LIFESTYLE
WHO Pastikan Tak Ada Kematian Baru Akibat Wabah Hantavirus

WHO Pastikan Tak Ada Kematian Baru Akibat Wabah Hantavirus

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon