ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sering Bocor Urine Saat Tertawa atau Batuk? Waspada Disfungsi Panggul

Kamis, 18 Juni 2026 | 17:31 WIB
RA
RA
Penulis: Rizky Pradita Ananda | Editor: RP
Ilustrasi buang air kecil.
Ilustrasi buang air kecil. (Freepik.com/@gpointstudio)

Jakarta, Beritasatu.com - Kebocoran urine saat batuk, tertawa, atau melompat dapat menjadi salah satu tanda disfungsi dasar panggul atau yang dalam bahasa medis disebut pelvic floor dysfunction (PFD). Kondisi ini kerap tidak disadari oleh banyak perempuan, padahal dapat berdampak pada kualitas hidup.

“Urinenya jadi sering bocor saat batuk, loncat, atau tertawa. Tidak bisa menahan buang angin, atau bahkan sulit menahan buang air besar,” kata dr Yeni, spesialis obstetri dan ginekologi dalam seminar di Jakarta, melansir Antara, Kamis (18/6/2026). 

Dokter Yeni menjelaskan, otot dasar panggul memiliki peran penting dalam menopang organ-organ di area panggul serta mendukung fungsi berkemih, buang air besar, dan fungsi seksual. Tetapi, kemampuan otot ini dapat menurun seiring bertambahnya usia maupun akibat kondisi tertentu.

ADVERTISEMENT

Akibatnya, fungsi dasar panggul menjadi terganggu dan tidak optimal. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti kehamilan, persalinan normal, obesitas, proses penuaan yang berkaitan dengan penurunan hormon estrogen, hingga riwayat operasi di area panggul.

Dampaknya tidak hanya terbatas pada satu gangguan. Penderita dapat mengalami inkontinensia urine, kesulitan mengontrol buang air besar, hingga gangguan pada fungsi seksual.

“Disfungsi dasar panggul bukan sekadar masalah estetika, tetapi sudah ke arah krisis kesehatan global yang memengaruhi kualitas hidup perempuan sehari-hari,” ungkapnya.

Ia menekankan, nyatanya banyak kasus disfungsi dasar panggul tidak terdiagnosis karena gejalanya sering dianggap sebagai bagian normal dari penuaan atau dampak setelah melahirkan.

Padahal, kondisi ini dapat berdampak luas, tidak hanya pada kesehatan fisik, tetapi juga pada hubungan sosial serta kesehatan mental. Rasa malu dan menurunnya kepercayaan diri kerap menjadi dampak yang menyertai.

“Tantangan global saat ini adalah stigma dan under-reporting. Banyak yang malu melapor. Padahal masalah ini bisa diatasi dengan pendekatan multidisiplin,” tegas dr Yeni.

Karena itu, ia mengimbau perempuan yang mengalami gejala seperti kebocoran urine saat batuk, tertawa, atau beraktivitas fisik agar tidak menunda pemeriksaan ke tenaga kesehatan. Pemeriksaan dini penting untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat, sehingga kualitas hidup dapat tetap terjaga.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon