ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Waspada! Epidemiolog Sebut Kasus Covid-19 Berpotensi Meningkat

Jumat, 5 Mei 2023 | 14:10 WIB
SR
FH
Penulis: Sella Rizky | Editor: FER
Ilustrasi pasien Covid-19.
Ilustrasi pasien Covid-19. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Kasus Covid-19 mulai mengalami peningkatan. Tercatat dari data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Rabu (3/5/2023), terdapat 2.647 kasus konfirmasi di Indonesia.

Kabid Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia, Masdalina Pane memprediksi akan terjadi peningkatan kasus Covid-19 dalam kurun waktu 5 minggu ke depan.

"Saat ini ada dua subvarian Covid-19 yang menyebabkan kasus melonjak yaitu varian Arcturus dan varian Kraken," kata Masdalina saat wawancara daring dengan Beritasatu.com, Jumat (5/5/2023).

ADVERTISEMENT

Menurut Masdalina, sejak varian Arcturus masuk pada Maret lalu membuat laju penyebaran Covid-19 kian cepat. Biasanya, lanjut dia, varian Arcturus itu akan berlangsung antara 5 sampai dengan 14 minggu.

"Saat ini sudah ke 5 minggu saya kira ya. Jadi kemungkinan masih akan terus meningkat sampai dengan 4 sampai 5 minggu ke depan," ucap Masdalina.

Berdasarkan penuturan Masdalina, subvarian dari Omicorn ini tidak ganas tetapi memiliki kemampuan penyebaran yang sangat cepat. Jadi walaupun kasusnya banyak, angka kematian relatif rendah.

Ilustrasi pasien Covid-19.
Ilustrasi pasien Covid-19.

Masdalina menyampaikan, dalam beberapa minggu terakhir kasus kematian Covid-19 bertambah cukup signifikan. Berdasarkan rilis Kementerian Kesehatan Rabu (3/5/2023) ada 25 kasus kematian.

"Nah ini yang harus kita waspadai sekalipun vaksinasi kita sudah tinggi. Kemudian juga booster juga sudah cukup banyak tetapi pada kelompok-kelompok yang beresiko itu masih tetap memberikan keparahan atau fatalitas yang cukup tinggi," ujar Masdalina.

Menurutnya ada beberapa faktor penyebab perkembangan Covid-19 pasca libur lebaran tersebut meningkat. Pertama, cakupan vaksin di Indonesia masih kurang dari 70 %. Kedua, masalah vaksinasi di daerah pelosok belum merata meskipun pemerintah telah melakukan survei.

"Pemerintah sudah melakukan rutin melakukan secara zero survey setiap 6 bulan sekali. Jadi didapatkan bahwa imunitas kita itu sangat tinggi sekali, hasil zero survey menunjukkan bahwa imunitas kita itu di atas 95% dan itu sudah herd immunity sebenarnya," kata Masdalina.

Ia menyarankan pemerintah untuk aktif melakukan komunikasi risiko kepada masyarakat, mendorong masyarakat agar taat protokol kesehatan dengan menerapkan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan), dan meminta masyarakat segera memeriksa diri ke fasilitas pelayanan kesehatan jika ada gejala.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Singgung Covid-19, Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK

Singgung Covid-19, Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK

NASIONAL
IDAI Serukan langkah untuk Antisipasi Hantavirus

IDAI Serukan langkah untuk Antisipasi Hantavirus

LIFESTYLE
Wabah Virus Hanta di Kapal Pesiar, Akankah Jadi Pandemi Baru?

Wabah Virus Hanta di Kapal Pesiar, Akankah Jadi Pandemi Baru?

LIFESTYLE
Varian Covid-19 Cicada Dipastikan Belum Masuk Indonesia

Varian Covid-19 Cicada Dipastikan Belum Masuk Indonesia

LIFESTYLE
Varian Covid-19 Cicada Muncul di Banyak Negara, Ini Gejalanya

Varian Covid-19 Cicada Muncul di Banyak Negara, Ini Gejalanya

LIFESTYLE
Covid-19 Bisa Tinggalkan Dampak Permanen di Otak, Ini Temuannya

Covid-19 Bisa Tinggalkan Dampak Permanen di Otak, Ini Temuannya

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon