INDEF Beberkan Kriteria Calon Pemimpin yang Bisa Menjawab Tantangan Ekonomi
Sabtu, 6 Mei 2023 | 09:05 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad menyebutkan terdapat dua kriteria yang diperlukan calon pemimpin 2024 untuk menjawab sederet tantangan ekonomi Indonesia di masa mendatang.
Pertama, dia mengatakan kriteria presiden atau calon pemimpin Indonesia di 2024 mendatang haruslah yang berorientasi pada masyarakat, terkhususnya masyarakat kebawah. Seorang presiden harus benar-benar memperjuangkan aspirasi rakyatnya. Hal tersebut karena dampak turunnya pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan membuat masyarakat bawah menjadi subject yang paling menderita.
Kedua, calon pemimpin 2024 tak hanya harus diterima oleh masyarakat namun juga oleh market atau pasar. Pemimpin yang tidak memiliki pengetahuan dan kapasitas di sektor ekonomi dapat membuat pasar merespon secara negatif dan hal tersebut berbahaya bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk kedepannya.
"Namun, bukan berarti latar belakang calon pemimpin tersebut haruslah seorang ekonom atau pebisnis tetapi, diharuskan memiliki kapasitas, pengetahuan, dan pengalaman terhadap pusat-pusat ekonomi baik pada level global maupun nasional," jelasnya.
Dijelaskan lebih lanjut, selain itu kriteria lain adalah pengetahuan, pengalaman dan kapasitas dalam memahami dan mengetahui visi agenda-agenda yang bisa merangkum ekonomi level global.
Tak jauh berbeda dengan, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan kandidat calon presiden atau wakil presiden di Pemilu 2024 mendatang harus memiliki koneksi di level internasional.
"Paling penting memiliki koneksi di level internasional, harus diakui juga di level internasional, apalagi ada peran geopolitik, ada perebutan investasi, relokasi pabrik antar negara jadi perlu ada sosok pemimpin yang bisa menggandeng negara-negara yang memiliki diplomasi yang kuat," ungkap Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira saat dihubungi Beritasatu.com Jumat (5/5/2023).
Menurutnya kriteria seorang presiden atau wakil 2024 yang ideal adalah sosok yang harus mengerti dan memahami bidang ekonomi. Tak perlu berasal dari kalangan pebisnis, tetapi harus memiliki pemahaman yang cukup baik dan mampu berkomunikasi di bidang ekonomi.
"Memiliki chanel dengan berbagai perusahaan sehingga, dia (calon pemimpin 2024) bisa dikatakan welcome dan dikenal," terangnya.
Kemudian, Bhima mengatakan menjadi presiden berarti haruslah visioner. Harus bisa menangkap peluang ekonomi misalnya, arah dari pembangunan global di tengah politik geopolitik. "Kemudian di tengah disrupsi teknologi apa yang indonesia bisa isi, apa yang indonesia bisa memposisikan diri untuk menangkap peluang itu," katanya.
Misalnya kedepan trend ekonomi dunia blue ekonomi atau green ekonomi. Seorang calon pemimpin harus memiliki visi yang kuat dalam memajukan ekonomi negeri.
"Blue ekonomi berbasis sektor kelautan kemudian juga berbasis sektor perikanan, green ekonomi berbasis dari karbon, transisi energi. Ini adalah topik-topik yang harus dikuasai oleh calon pemimpin kedepannya, harus visioner," terangnya.
Berikutnya, dia menyampaikan calon presiden/wakil presiden 2024 harus mempunyai keberanian, termasuk mengevaluasi proyek-proyek existing yang memiliki dampak bagi perekonomian pemerintahan dan masyarakat. Bukan kemudian, seluruh program dilanjutkan begitu saja tanpa adanya evaluasi, tentu tidak bisa. Ia menekankan perlu adanya perubahan, evaluasi ataupun modifikasi jika diperlukan.
"Mana yang kemudian menjadi beban pemerintah, keuangan negara, menambah utang baru misalnya, nah itu harus bisa dievaluasi harus ada keberanian. Misalnya apakah proyek ibu kota negara betul-betul dilanjutkan," terangnya.
"Kalau misalnya dimodifikasi tanpa menjadi beban hutang negara nah itu gimana caranya, nah strategi-strategi itu yang harus dimiliki oleh capres. Punya keberanian untuk melakukan pembaharuan," sambungnya.
Terakhir, dia menyatakan calon capres/wapres 2024 mesti mampu berkomunikasi dan berkolaborasi secara baik kepada pelaku usaha dan investor. Harus ada kepercayaan yang bisa diberikan kepada masyarakat terkait harapan dan naiknya potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Nah jadi, bagaimana wakil presiden mampu mengkomunikasikan paket kebijakan ekonominya, kebijakan insentifnya, sektor apa yang menjadi prioritas, itu harus bisa dijelaskan sehingga, ada komitmen yang berubah jadi realisasi investasi," tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




