Gonjang-ganjing Internal Tak Surutkan Tekad KPK Terus Berantas Korupsi
Jumat, 8 Desember 2023 | 10:43 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK mengakui, tengah menghadapi berbagai tantangan dalam bekerja, termasuk dari internalnya sendiri. Meski ada tantangan tersebut, KPK memastikan tidak akan berhenti dalam bekerja memberantas tindak pidana korupsi di Indonesia.
Sebagai info, beberapa waktu lalu kepolisian telah menetapkan Firli Bahuri sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan terhadap mantan Mentan, Syahrul Yasin Limpo (SYL). Buntut penetapan tersangka itu, Firli kemudian diberhentikan sementara dari jabatannya sebagai Ketua KPK.
“Terkait dengan pemberantasan korupsi saat ini, KPK terus melakukannya di tengah banyak tantangan yang dihadapi, termasuk dinamika di internal KPK sendiri. Namun kami tentu tidak akan berhenti, KPK terus melakukan ikhtiar upaya-upaya pemberantasan korupsi,” kata Juru Bicara KPK, Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (8/12/2023).
Ali Fikri menyampaikan, saat ini KPK menaruh atensi terhadap indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia. Data dari Transparency International Indonesia (TII) menyebut skor IPK Indonesia untuk 2022 berada di angka 34, menurun dibanding 2021 dengan skor 38. Sebagai catatan, skor tersebut dihitung dalam skala 0-11, dengan skor 0 paling korup serta 100 paling bersih.
“Terkait dengan isu IPK yang terus menurun. Kami juga terus mengupayakan agar setidaknya tetap, tetapi lebih penting tentu kami berupaya menaikkan terus indeks persepsi korupsi tersebut dengan melakukan berbagai program baik itu pencegahan kemudian pendidikan antikorupsi dan juga penindakan,” ungkap Ali Fikri.
Juru bicara berlatar belakang jaksa ini juga menyampaikan, KPK berupaya untuk mencegah korupsi di berbagai sektor. Menurutnya, pemberantasan korupsi tidak hanya dilakukan melalui penangkapan pelaku korupsi, melainkan juga pencegahan lewat perbaikan sistem.
“Ada beberapa area fokus yang menjadi perhatian dari KPK, mulai perizinan sampai kemudian manajemen ASN, kemudian nanti ada di sektor politik, sektor pertambangan ya itu terus kami lakukan perbaikan-perbaikan, pengadaan barang dan jasa di seluruh pemerintahan daerah itu juga terus kami upayakan agar tersistem dengan baik,” ujar Ali Fikri.
“Karena upaya pencegahan pemberantasan korupsi itu saya kira penting dengan membangun sistemnya. Tidak harus kemudian kami melakukan penangkapan-penangkapan terhadap para pelaku korupsi dimaksud,” imbuhnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




