Kasad Jenderal Maruli: Operasi di Papua Tidak Akan Gunakan Pendekatan Tempur Penuh
Rabu, 6 Maret 2024 | 05:50 WIB
Bandung Barat, Beritasatu.com - Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan tidak akan menggunakan pendekatan tempur penuh untuk meredam konflik di Papua.
Konflik di Papua, menurut Maruli, terjadi karena perbedaan paham yang menyulut mereka untuk memisahkan diri dari wilayah Indonesia.
"Operasi kami di Papua itu melawan gerilya. Jadi operasi itu dilakukan untuk saudara-saudara kita yang berbeda paham dan sebagainya sehingga tidak sampai 50% tempur di sana," ujarnya di Bandung Barat, seperti dilansir Antara, Selasa (5/3/2024).
Alih-alih memilih pendekatan perang dalam penyelesaian konflik Papua, Maruli mengatakan, pihaknya akan menekankan pendekatan dialogis berupa pembinaan fungsi teritorial semata.
TNI AD, dia mengungkapkan, hanya menggunakan senjata ketika mereka dalam keadaan terjepit. Namun, sebisa mungkin konflik itu dirampungkan dengan cara-cara yang lebih humanis sehingga tidak ada korban jiwa dalam penyelesaiannya.
"Mungkin 80 persen adalah teritorial, bagaimana mengajak masyarakat untuk kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi, membangun kehidupan mereka lebih baik, itu jadi prioritas kita," tuturnya.
Maruli menyebut kelompok gerilyawan yang tersebar di wilayah Papua, yakni kelompok kriminal bersenjata (KKB) maupun kelompok kriminal politik (KKP).
​​​​​​​"Jadi bisa anda kira-kira lah, kalau kita memang kerahkan, secara persoalan memang dianggap selesai, tetapi kita juga tidak mau saudara-saudara kita menjadi korban," tandasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




