4 Alumni Taruna Nusantara Bakal Jadi Menteri Prabowo, AHY Buka Suara
Senin, 9 September 2024 | 14:10 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) buka suara soal empat alumni SMA Taruna Nusantara yang bakal menjadi menteri di kabinet presiden terpilih Prabowo Subianto.
“Saya belum bisa memberikan komentar tentang itu,” kata AHY yang juga alumni SMA Taruna Nusantara kepada wartawan di DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (9/9/2024).
BACA JUGA
Hashim Djojohadikusumo Sebut Bakal Ada 4 Menteri Lulusan SMA Taruna Nusantara di Kabinet Prabowo
AHY memberikan alasan dirinya enggan berkomentar soal itu. Sebagai ketum Partai Demokrat, dia ingin menghormati hak prerogatif presiden terpilih Prabowo.
Dia menilai Prabowo memiliki keseriusan dalam menyusun langkah strategis ke depan, termasuk pemilihan menteri kabinet. Menteri yang dipilih diharapkan mendukung penuh dan memberi nilai tambah kepada pemimpinnya. “Oleh karena itu saya siap ditugaskan atau ditempatkan di mana pun, saya tidak mau berandai-andai,” imbuhnya.
Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menunggu keputusan Prabowo. Dia tidak ingin mendahului atau melangkahi apa yang menjadi keputusan Prabowo. “Kita tunggu saja, saatnya nanti beliau (Prabowo) mengumumkannya sendiri,” tutup AHY.
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya Hashim Djojohadikusumo sebelumnya mengatakan sebanyak dua hingga empat alumni SMA Taruna Nusantara akan menjadi menteri pada pemerintahan terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Klaim itu disampaikan Hashim dalam dialog nasional bertajuk “Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Menuju Indonesia Emas 2045” yang digelar Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas) dan Universitas Podomoro di Jakarta, Sabtu (7/9/2024).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




