Prabowo: Program Makan Bergizi Gratis Berhasil 99,99 Persen
Senin, 5 Mei 2025 | 22:55 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — Presiden Prabowo Subianto mengklaim program makan bergizi gratis (MBG) telah mencapai tingkat keberhasilan sebesar 99,99 persen, meskipun masih ditemukan insiden keracunan dalam pelaksanaannya.
Prabowo menjelaskan bahwa kasus keracunan akibat MBG hanya terjadi pada sekitar 200 orang dari total 3,4 juta penerima manfaat. Dari jumlah tersebut, hanya lima orang yang harus menjalani rawat inap.
"Hari ini memang ada yang keracunan. Dari tiga koma sekian juta, yang keracunan di bawah 200 orang, dan yang rawat inap hanya lima orang," ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (5/5/2025).
Hingga awal Mei, program makan bergizi gratis telah menjangkau 1.286 titik di seluruh Indonesia. Presiden menargetkan jumlah penerima akan terus bertambah menjadi 4 juta pada akhir Mei, 6 juta pada akhir Juni, 22 juta pada Agustus, dan mencapai 82,9 juta penerima pada akhir November 2025.
"Dari sisi manajemen fisik, ini adalah upaya yang luar biasa. Meski ada yang keracunan, jika dihitung, jumlahnya hanya 0,005 persen dari total penerima, artinya tingkat keberhasilan kita 99,99 persen," tambahnya.
Namun demikian, Prabowo mengingatkan jajaran terkait, termasuk Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, agar tidak cepat berpuas diri.
"Kita tidak boleh cepat puas, Pak Dadan. Sasaran kita adalah zero penyimpangan, zero kesalahan. Kita tahu ini tidak mudah, tapi itu target kita," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga membagikan pengalamannya saat meninjau dapur makan bergizi gratis, yang menunjukkan komitmen terhadap standar kebersihan dan higienitas.
"Yang kerja 50 orang dalam satu dapur. Pakai tutup kepala, sarung tangan, baju seperti APD. Saya sampai harus buka sepatu. Presiden disuruh buka sepatu, saya patuh. Paspampres ada yang lupa buka sepatu," tuturnya sambil tersenyum.
Program makan bergizi gratis menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo untuk meningkatkan gizi anak-anak dan ibu hamil, serta mengurangi kemiskinan secara sistematis melalui intervensi langsung.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




