KSP: Sekolah Rakyat, Program Ajaib Prabowo Ubah Nasib Warga Miskin
Kamis, 5 Juni 2025 | 03:30 WIB
Sukabumi, Beritasatu.com - Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program sekolah rakyat, yang disebut sebagai langkah ajaib dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga paling miskin (desil 1) dan memberikan mereka akses pendidikan berkualitas lengkap dengan fasilitas penunjang.
Wakil Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menyebut, program ini sebagai terobosan luar biasa yang bisa mengubah nasib satu keluarga hanya dalam satu generasi.
"Anak-anak yang tadinya jangankan sekolah, makan pun sulit, sekarang sekolah gratis. Dapat seragam, sepatu, laptop, makan. Bisa naik dari desil 1 ke desil 10," ujar Qodari saat meninjau Sentra Phala Marta, Sukabumi, Rabu (4/6/2025).
Qodari menegaskan, sekolah rakyat dirancang sebagai solusi nyata untuk membuka peluang setara bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu, yang sebelumnya nyaris tak tersentuh pendidikan layak.
Fasilitas yang diberikan kepada siswa meliputi, pendidikan gratis, seragam dan sepatu, laptop, makan harian, ssrama terpisah putra dan putri, ruang kelas, lab, UKS, masjid, serta lapangan olahraga.
Program ini juga dirancang sebagai jalan menuju pendidikan tinggi, termasuk peluang beasiswa dalam negeri maupun luar negeri. "Kita sedang bahas kerja sama dengan universitas dan LPDP. Anak-anak ini, yang tadinya 'gelap', sekarang punya harapan bisa kuliah hingga ke luar negeri," jelas Qodari.
Program sekolah rakyat dijalankan secara kolaboratif lintas kementerian, yaitu Kementerian Sosial (pelaksana utama), KSP, Kementerian Pendidikan, Dasar, dan Menengah Kemendikdasmen), Kementerian Agama (Kemenag), hingga Kementerian Pekerjaa Umum (PU).
Qodari menekankan pentingnya data penerima yang tepat sasaran, dengan verifikasi oleh pendamping PKH dan Kemensos. Hal itu dilakukan untuk memastikan anak-anak yang benar-benar membutuhkan yang mendapat prioritas.
"Ini bukan sekadar program birokrasi. Ini perjuangan kemanusiaan. Beyond numbers, beyond work. Ini soal harapan dan keadilan sosial," tegas Qodari.
Gelombang pertama program sekolah rakyat akan mencakup 10.000 anak dari kelompok termiskin di berbagai daerah. Program ini diharapkan menjadi game changer dalam agenda pembangunan SDM Indonesia ke depan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
PSM Makassar vs Persis Solo, Tekanan Misi 3 Poin Kandang




