ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kesaksian Misri Bongkar Misteri Kematian Brigadir Nurhadi

Kamis, 10 Juli 2025 | 07:25 WIB
MA
HH
Penulis: M Awaludin | Editor: HP
Kuasa hukum Misri, Yan Mangandar Putra saat menunjukkan kesaksian kliennya terkait kematian Brigadir Nurhadi.
Kuasa hukum Misri, Yan Mangandar Putra saat menunjukkan kesaksian kliennya terkait kematian Brigadir Nurhadi. (Beritasatu.com/Awaludin)

Mataram, Beritasatu.com - Pulau eksotis Gili Trawangan, Lombok, menjadi saksi kematian tragis Brigadir Nurhadi, anggota kepolisian yang ditemukan tewas di dasar kolam renang vila.

Fakta-fakta kelam kini mulai terkuak. Salah satunya lewat kesaksian penting dari seorang perempuan bernama Misri.

Melalui kuasa hukumnya, Yan Mangandar Putra, Misri membeberkan kronologi lengkap yang menyoroti dugaan pesta narkoba yang diduga melibatkan dua oknum polisi, Kompol Yogi dan Ipda Haris Candra.

ADVERTISEMENT

Fakta ini mengguncang citra kepolisian dan membuka pertanyaan besar tentang apa yang sebenarnya terjadi malam itu.

Awal Mula Pertemuan

Semua bermula dari perkenalan daring antara Misri dan Kompol Yogi melalui media sosial. Tak butuh waktu lama bagi Kompol Yogi untuk mengajak Misri ikut liburan ke Lombok, dengan seluruh biaya, termasuk transportasi dan akomodasi ditanggung olehnya sebesar Rp 10 juta untuk satu malam.

Misri menerima ajakan tersebut, dan pada hari yang dijanjikan, sekitar pukul 09.00 Wita, ia dijemput dari hotel di Bali menuju Pelabuhan Senggigi, Lombok Barat.

Di sanalah ia pertama kali bertemu dengan Brigadir Nurhadi, pria yang beberapa jam kemudian ditemukan tak bernyawa.

Di Senggigi, rombongan semakin lengkap. Kompol Yogi dan Ipda Haris Candra bergabung dalam mobil yang juga membawa Misri dan Nurhadi.

Mereka sempat mampir ke sebuah swalayan, Fresh Market, sebelum bertemu Melani Putri, perempuan lain yang ikut dalam perjalanan.

Satu Vila, 2 Skenario

Sekitar pukul 16.00 Wita, rombongan tiba di Gili Trawangan dan langsung check in di dua vila yang berdekatan.

Kompol Yogi dan Misri menempati satu kamar di Villa Tekek. Sementara itu, Nurhadi, Ipda Haris Candra, dan Melani Putri menginap di vila sebelah.

Menjelang magrib, seluruh rombongan kembali berkumpul di Vila Tekek. Di sinilah titik awal dari rangkaian kejadian tragis dimulai.

Menurut pengakuan Misri, mereka berkumpul di kolam renang, dan mulai mengonsumsi obat-obatan terlarang, seperti Rekonal dan inex (ekstasi).

Pesta Narkoba dan Perilaku Tak Biasa

Misri mengaku bahwa Rekonal dibeli olehnya di Bali atas permintaan Kompol Yogi, senilai Rp 2 juta. Sementara itu, inex dibawa langsung oleh Kompol Yogi.

Setelah mengonsumsi obat tersebut, suasana berubah. Brigadir Nurhadi terlihat mulai tidak sadar, bahkan sampai diminta oleh Kompol Yogi untuk membeli minuman keras.

Hal yang mengejutkan terjadi di kolam renang, Brigadir Nurhadi terlihat mencium Melani Putri. Misri langsung menegurnya, tetapi baik Nurhadi maupun Melani kembali turun ke kolam.

"M itu bukan Misri, tetapi Melani Putri, dan Nurhadi ditegur langsung karena dianggap bertindak tak pantas kepada cewek teman dekatnya sendiri," ungkap Yan Mangandar.

Rekaman Detik-detik Terakhir

Pada pukul 18.20 Wita, rombongan mulai berpisah. Haris dan Melani pindah ke Netia Hotel, sementara itu, Kompol Yogi tidur di kamar Vila Tekek, dan Nurhadi tertinggal sendirian di kolam.

Dalam rentang waktu antara pukul 18.20 Wita hingga 19.55 Wita, Misri masih melihat Nurhadi berenang, meskipun dalam kondisi setengah sadar.

Merasa ada yang aneh, Misri merekam keadaan Nurhadi sekitar pukul 19.00 Wita.

Dalam video itu, Nurhadi masih hidup, tetapi menunjukkan gerakan aneh akibat pengaruh narkoba. Video ini disebut bisa menjadi bukti penting dalam kasus ini.

Ipda Haris Bolak-balik ke TKP

Yang menarik, selama rentang waktu kritis tersebut, Ipda Haris tercatat dua kali kembali ke Vila Tekek.

Pertama, ia duduk di tepi kolam, memainkan ponsel, dan sempat menegur Nurhadi. Kunjungan kedua, ia hanya berdiri di teras dan celingukan, seolah memastikan situasi. Kompol Yogi disebut masih tidur di kamar saat itu.

Setelah kembali dari kamar mandi sekitar pukul 20.00 Wita, Misri mendapati Kompol Yogi sudah bangun.

Lalu, sekitar pukul 21.00 Wita, ia mengecek kolam dan menemukan Nurhadi tak lagi muncul ke permukaan.

Upaya Penyelamatan yang Sia-sia

Kompol Yogi langsung meloncat ke kolam begitu diberi tahu. Ia sempat menarik tubuh Nurhadi dan memberi napas buatan serta pompa dada. Namun, semua sudah terlambat.

Sementara itu, Ipda Haris terlihat sibuk menelepon, tetapi tidak diketahui kepada siapa.

Brigadir Nurhadi lalu dibawa ke Klinik Gili Trawangan. Sayangnya, nyawa korban tak tertolong.

Kematian mendadak Brigadir Nurhadi ini menjadi misteri besar yang membuka kemungkinan adanya kelalaian hingga tindakan kriminal yang lebih serius.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Vonis Terdakwa Pembunuhan Brigadir Nurhadi Dipangkas Jadi 3 Tahun Bui

Vonis Terdakwa Pembunuhan Brigadir Nurhadi Dipangkas Jadi 3 Tahun Bui

NUSANTARA
Kasus Brigadir Nurhadi, Polda NTB Pelajari Ulang Berkas Perkara

Kasus Brigadir Nurhadi, Polda NTB Pelajari Ulang Berkas Perkara

NUSANTARA
Isu Politik-Hukum Terkini: Kasus Kematian Brigadir Nurhadi Disorot

Isu Politik-Hukum Terkini: Kasus Kematian Brigadir Nurhadi Disorot

NASIONAL
Kasus Brigadir Nurhadi Disorot, Penasihat Kapolri Ungkit Sambo

Kasus Brigadir Nurhadi Disorot, Penasihat Kapolri Ungkit Sambo

NASIONAL
Kuasa Hukum Misri Ungkap Kejanggalan Kematian Brigadir Nurhadi

Kuasa Hukum Misri Ungkap Kejanggalan Kematian Brigadir Nurhadi

NASIONAL
Keluarga Minta Tersangka Pembunuh Brigadir Nurhadi Dihukum Mati

Keluarga Minta Tersangka Pembunuh Brigadir Nurhadi Dihukum Mati

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon