ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jaksa: Hasto Perintah Harun Masiku Sembunyi di DPP PDIP Saat OTT KPK

Senin, 14 Juli 2025 | 15:33 WIB
YP
SM
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: SMR
Tim JPU KPK dalam sidang dengan agenda pembacaan replik atas pleidoi terdakwa Hasto Kristiyanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin, 14 Juli 2025.
Tim JPU KPK dalam sidang dengan agenda pembacaan replik atas pleidoi terdakwa Hasto Kristiyanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin, 14 Juli 2025. (Beritasatu.com/Yustinus Patris Paat)

Jakarta, Beritasatu.com - Jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meyebutkan sosok 'Bapak' yang memerintahkan agar Harun Masiku tetap berada di kantor DPP PDIP saat operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan pada Januari 2020, adalah Hasto Kristiyanto. 

Sekjen PDIP itu diduga memerintahkan Harun Masiku melalui staf atau satpam Rumah Aspirasi Nurhasan bersembunyi di kantor DPP PDIP agar KPK kehilangan jejaknya. 

Hal ini disampaikan oleh jaksa KPK saat membacakan replik atas pleidoi atau nota pembelaan Hasto Kristiyanto di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (14/7/2025).

ADVERTISEMENT

Awalnya, jaksa menyinggung pledoi yang dibacakan Hasto pada Kamis pekan lalu, yang menyebutkan bahwa saat OTT tersebut di DPP PDIP terdapat 37 orang, yang 28 di antaranya laki laki. 

Menurut Hasto dan kuasa hukumnya, sebutan atau panggilan 'Bapak' tidak bisa hanya diasosiasikan kepadanya karena bisa juga merujuk pada 28 pengurus DPP PDIP.

"Dalih tersebut tidak benar karena menurut ahli Dokter Frans Asisi Datang (ahli bahasa dari Universitas Indonesia yang pernah hadir di sidang Hasto) berpendapat bahwa logis dan tidak logis itu dihubungkan berdasarkan text dan konteksnya. Adanya perkataan amanat 'Bapak' tersebut tidak bisa dilepaskan dari konteks kejadian sebagaimana diuraikan dalam poin satu di atas," ujar jaksa KPK dalam sidang tersebut.

Jaksa mengatakan sebutkan 'Bapak' sudah dipahami dengan jelas oleh Harun Masiku dan Nurhasan saat keduanya berkomunikasi. Menurut jaksa, jika Harun Masiku dan Nurhasan bingung dengan sebutan 'Bapak', maka pasti salah satunya akan bertanya soal 'Bapak' yang dimaksud siapa dari 28 pengurus DPP PDIP.

"Saat Harun Masiku menanyakan, 'Bapak di mana' atau 'Bapak suruh ke mana', maka Nurhasan tanpa menanyakan siapa 'Bapak' yang dimaksud Harun Masiku di antara 28 orang laki laki yang ada di DPP, langsung memahami dengan menjawab, 'Bapak lagi di luar, perintahnya Pak Harun suruh standby di DPP'," jelas jaksa.

"Bahwa rangkaian bukti tersebut telah kami uraikan dalam surat tuntutan halaman 1286 sampai dengan 1295, sehingga membentuk suatu kesimpulan logis dan rasional bahwa yang dimaksud 'Bapak' dalah terdakwa (Hasto). Dengan demikian, dalih terdakwa dan penasihat hukum terdakwa tersebut adalah tidak berdasar dan patut dikesampingkan," pungkas jaksa KPK.

Sebelumnya, saat membacakan pledoi, Hasto membantah dirinya terlibat dalam kasus suap pengurusan PAW Harun Masiku dan perintangan penyidikan. 

Menurut Hasto, tuntutan jaksa 7 tahun penjara dan denda Rp 600 juta kepadanya tidak adil karena jaksa KPK mengabaikan fakta-fakta persidangan. 

Hasto pun meminta majelis hakim memutuskan agar dirinya dibebaskan dari segala dakwaan jaksa serta dipulihkan harkat dan martabatnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Usulan Ambang Batas Parlemen, Hasto: Tiap Partai Punya Kepentingan

Usulan Ambang Batas Parlemen, Hasto: Tiap Partai Punya Kepentingan

NASIONAL
Peringati May Day, Hasto Ajak Buruh Bersatu Hadapi Tantangan Ekonomi

Peringati May Day, Hasto Ajak Buruh Bersatu Hadapi Tantangan Ekonomi

NASIONAL
Hasto Kristiyanto dan Rano Karno Kompak Hadiri Perayaan Hari Buruh

Hasto Kristiyanto dan Rano Karno Kompak Hadiri Perayaan Hari Buruh

NASIONAL
MK Putus Uji Materi Pasal Perintangan Penyidikan Korupsi

MK Putus Uji Materi Pasal Perintangan Penyidikan Korupsi

NASIONAL
PDIP: Kirim Pasukan ke Gaza Harus lewat PBB

PDIP: Kirim Pasukan ke Gaza Harus lewat PBB

NASIONAL
Hasto Kristiyanto: Politik Harus Jadi Strategi Kebudayaan

Hasto Kristiyanto: Politik Harus Jadi Strategi Kebudayaan

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon