ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Beras Food Station Tak Layak Premium, Ini Buktinya

Kamis, 17 Juli 2025 | 18:48 WIB
MH
DM
Penulis: Mita Amalia Hapsari | Editor: DM
Perum Bulog mengenalkan kepada masyarakat beras premium dengan merk Punokawan sebagai beras yang menghasilkan cita rasa nasi yang pulen.
Perum Bulog mengenalkan kepada masyarakat beras premium dengan merk Punokawan sebagai beras yang menghasilkan cita rasa nasi yang pulen. (Perum Bulog)

Jakarta, Beritasatu.com - Dugaan manipulasi kualitas beras akhirnya terbukti. Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan sampel beras dari Food Station Tjipinang Jaya tidak memenuhi standar mutu beras premium, berdasarkan hasil uji di lima laboratorium berbeda.

Hal ini disampaikan Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementan Moch Arief Cahyono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (17/7/2025). “Beberapa merek, seperti Alfamidi Setra Pulen dan Setra Ramos terbukti tidak sesuai syarat mutu beras premium,” ungkapnya.

Tak hanya kualitas yang dipertanyakan, Arief juga menyebut ada dugaan praktik penjualan beras di atas harga eceran tertinggi (HET). Kondisi ini dianggap sangat merugikan konsumen dan melanggar prinsip keadilan distribusi pangan.

ADVERTISEMENT

Kementan mendesak Food Station dan pihak terkait untuk segera melakukan perbaikan mutu dan evaluasi internal, alih-alih sibuk membantah isu di media. “Silakan menghubungi Satgas Pangan Mabes Polri untuk salinan hasil laboratorium. Semua data sudah ada dan tengah didalami,” tegas Arief.

Kementan juga mencurigai adanya ketidaksesuaian kuantitas beras dengan label kemasan. Artinya, masyarakat bukan hanya menerima kualitas yang tidak sesuai, tetapi juga kuantitas yang berkurang.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman juga mengungkap fakta mengejutkan. Hasil sidak dan investigasi Kementan bersama Satgas Pangan Polri menemukan 212 merek beras yang diduga dioplos, mencampur beras medium dan premium lalu dijual dengan harga tinggi.

“Ini bukan cuma soal ekonomi, tetapi juga moral. Jangan permainkan rakyat!” tegasnya.

Amran menambahkan, tidak ada alasan logis menaikkan harga beras di atas HET karena produksi nasional dalam kondisi sangat baik. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional Januari-Agustus 2025 mencapai 24,97 juta ton, naik 14,09% dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Produksi tinggi, stok melimpah. Tidak boleh ada pihak yang akali pasar,” ujarnya.

Kementan menyatakan akan terus mengawal distribusi pangan yang adil dan berkualitas, serta bekerja sama dengan Satgas Pangan Bareskrim Polri, dan otoritas pengawas lainnya untuk menindak tegas pelaku manipulasi beras.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Satgas Pangan Bawa Kasus Beras Premium Oplosan ke Pengadilan

Satgas Pangan Bawa Kasus Beras Premium Oplosan ke Pengadilan

NASIONAL
Menteri Pertanian: Mafia Pangan Tidak Boleh Menang!

Menteri Pertanian: Mafia Pangan Tidak Boleh Menang!

NASIONAL
Satgas Pangan Polri Ungkap Modus 28 Tersangka pada Kasus Beras

Satgas Pangan Polri Ungkap Modus 28 Tersangka pada Kasus Beras

NASIONAL
Kasus Beras Tak Sesuai Standar Mutu, Polri Tetapkan 28 Tersangka

Kasus Beras Tak Sesuai Standar Mutu, Polri Tetapkan 28 Tersangka

NASIONAL
Omzet Pemasok Beras Turun 50 Persen karena Isu Oplosan

Omzet Pemasok Beras Turun 50 Persen karena Isu Oplosan

JAWA BARAT
Beras Premium Langka di Balikpapan, Warga Diimbau Tak Panic Buying

Beras Premium Langka di Balikpapan, Warga Diimbau Tak Panic Buying

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon