ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Wamendagri Bantah Kenaikan PBB Imbas Efisiensi Anggaran

Selasa, 19 Agustus 2025 | 16:09 WIB
D
IC
Penulis: Dayat | Editor: CAH
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto (Beritasatu.com/Dayat)

Jakarta, Beritasatu.com - Kenaikan pajak bumi dan bangunan (PBB) secara serentak oleh sejumlah daerah membuat kegaduhan di kalangan masyarakat.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto membantah kenaikan PBB di berbagai daerah merupakan dampak efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat. 

“Kenaikan PBB bukan dampak efisiensi anggaran pusat. Pemerintah daerah harus mengedepankan sosialisasi dan kajian agar kebijakan tidak membebani masyarakat.” ucap Bima Arya saat ditemui dalam acara seminar nasional memperingati Kemerdekaan ke-80 di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Selasa (19/8/2025).

ADVERTISEMENT

Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri, sebanyak 104 daerah mengalami kenaikan pajak. Tiga dari 20 daerah yang mengalami kenaikan pajak di atas 100% dijalankan pada 2025, sedangkan sisanya sudah diberlakukan oleh kepala daerah sebelumnya.

“Untuk menjaga kondusivitas, kami mengimbau kepada kepala daerah agar melakukan sosialisasi serta kajian mendalam kepada warga sebelum menentukan kebijakan tersebut,” pungkasnya.

Sebelumnya, Mendagri Tito Karnavian telah mengingatkan pada kepala daerah agar berhati-hati dalam membuat kebijakan kenaikan PBB. Dikatakan Tito, kenaikan pajak mesti menyesuaikan dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat. 

"Saya menyampaikan agar dikaji dan kemudian jika kondisi sosial ekonomi masyarakat tidak kondusif atau tidak elok untuk dilakukan suatu kebijakan, maka tunda atau batalkan,” kata Tito di kompleks Parlemen, Senin (18/8/2025) malam. 

Mendagri menyebut sebenarnya hanya ada 5 daerah yang menaikkan tarif PBB pada  2025. 

Mendagri Tito Karnavian menyebut sebenarnya hanya ada lima daerah yang menaikkan tarif PBB pada 2025. Meski tidak menyebut daerah mana saja, daerah yang menaikkan PBB adalah Cirebon naik 1.000%, Jakarta naik 5-10%, Bone naik 65%, dan Jombang naik 400%. Sementara kenaikan PBB di Pati dibatalkan setelah menuai demonstrasi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Diskon PBB-P2 Jakarta 10 Persen Berlaku hingga 31 Mei, Ini Syaratnya

Diskon PBB-P2 Jakarta 10 Persen Berlaku hingga 31 Mei, Ini Syaratnya

JAKARTA
Kado Hari Jadi Kota Semarang, Pemkot Beri Diskon 10% PBB dan Dukung Program GAS JATENG

Kado Hari Jadi Kota Semarang, Pemkot Beri Diskon 10% PBB dan Dukung Program GAS JATENG

JAWA TENGAH
DJP Buka Suara soal Fatwa Pajak Berkeadilan MUI

DJP Buka Suara soal Fatwa Pajak Berkeadilan MUI

EKONOMI
Kemendagri: Bayar PBB Pakai Sampah, Warga Wonosobo Untung PAD Naik

Kemendagri: Bayar PBB Pakai Sampah, Warga Wonosobo Untung PAD Naik

JAWA TENGAH
Warga Ambarawa Kaget Tagihan PBB Naik 400 Persen pada 2025

Warga Ambarawa Kaget Tagihan PBB Naik 400 Persen pada 2025

JAWA TENGAH
Kenaikan PBB Picu Demo, DPR: Kepala Daerah Harus Kreatif Tarik Pajak

Kenaikan PBB Picu Demo, DPR: Kepala Daerah Harus Kreatif Tarik Pajak

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon