ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BMKG: Musim Hujan Lebih Cepat, Waspada Banjir dan Longsor

Sabtu, 13 September 2025 | 09:26 WIB
HS
DM
Penulis: Hendro Dahlan Situmorang | Editor: DM
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati memprediksi musim hujan 2025/2026 di Indonesia akan datang lebih cepat dari kondisi normal. Hal ini perlu diwaspadai karena berpotensi menimbulkan ancaman bahaya hidrometeorologi, mulai dari banjir, banjir bandang, genangan air, tanah longsor, hingga angin kencang.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati memprediksi musim hujan 2025/2026 di Indonesia akan datang lebih cepat dari kondisi normal. Hal ini perlu diwaspadai karena berpotensi menimbulkan ancaman bahaya hidrometeorologi, mulai dari banjir, banjir bandang, genangan air, tanah longsor, hingga angin kencang. (Beritasatu.com/Yustinus Patris Paat)

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan 2025/2026 di Indonesia akan datang lebih cepat dari kondisi normal. Hal ini perlu diwaspadai karena berpotensi menimbulkan ancaman bahaya hidrometeorologi, mulai dari banjir, banjir bandang, genangan air, tanah longsor, hingga angin kencang.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan, musim hujan tahun ini sudah mulai terjadi sejak Agustus 2025 di sebagian wilayah Indonesia dan diperkirakan meluas hingga November 2025. 

Puncak musim hujan bervariasi, dengan wilayah Sumatera dan Kalimantan pada November-Desember 2025, sedangkan Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Papua pada Januari-Februari 2026.

ADVERTISEMENT

“Dibandingkan rerata klimatologi 1991-2020, awal musim hujan tahun ini cenderung maju. Secara umum, sifat hujan diprediksi normal, tetapi ada 193 zona musim yang berpotensi hujan di atas normal,” kata Dwikorita dalam konferensi pers, Jumat (12/9/2025).

Menurut data BMKG, sebanyak 294 zona musim diperkirakan akan mengalami awal hujan lebih cepat, hanya 50 zona normal, dan 56 zona mundur. Artinya, mayoritas wilayah Indonesia harus siap menghadapi hujan lebih cepat dari biasanya.

BMKG mengingatkan kementerian, pemerintah daerah, sektor pertanian, energi, hingga kesehatan untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Penyesuaian kalender tanam, pengelolaan waduk, perbaikan drainase, serta edukasi masyarakat dinilai penting agar dampak bisa ditekan.

Selain itu, tingginya kelembaban pada musim hujan juga berpotensi meningkatkan penyebaran penyakit tropis, seperti demam berdarah dengue (DBD), terutama pada Desember 2025 hingga Januari 2026.

“BMKG sudah meningkatkan layanan informasi cuaca melalui aplikasi, media sosial, hingga komunikasi langsung dengan pemerintah daerah. Informasi ini harus dimanfaatkan untuk perencanaan dan mitigasi agar risiko bisa diminimalkan,” tegas Dwikorita.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Tolitoli, BMKG Sebut Dipicu Sesar Aktif

Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Tolitoli, BMKG Sebut Dipicu Sesar Aktif

NUSANTARA
Sigi Diguncang 4 Gempa Susulan, BMKG Sebut Dipicu Sesar Palolo

Sigi Diguncang 4 Gempa Susulan, BMKG Sebut Dipicu Sesar Palolo

NUSANTARA
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sumba Barat NTT, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sumba Barat NTT, Tak Berpotensi Tsunami

NUSANTARA
Gempa M 6,7 Sulteng, Sesar Sausu atau Palolo: Mengapa Sumbernya Berbeda?

Gempa M 6,7 Sulteng, Sesar Sausu atau Palolo: Mengapa Sumbernya Berbeda?

OTOTEKNO
Gelombang Laut 2,5 Meter Akan Hantam Wilayah Ini pada 17 Juni 2026

Gelombang Laut 2,5 Meter Akan Hantam Wilayah Ini pada 17 Juni 2026

NUSANTARA
Cuaca Jakarta Akan Cerah Hari Ini 17 Juni 2026

Cuaca Jakarta Akan Cerah Hari Ini 17 Juni 2026

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon