KPK Panggil Wasekjen PDIP Adhi Dharmo Terkait Korupsi DJKA Kemenhub
Senin, 15 September 2025 | 14:33 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadwalkan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Bidang Kesekretariatan DPP PDI Perjuangan, Yoseph Aryo Adhi Dharmo, pada Senin (15/9/2025).
KPK memeriksa Adhi Dharmo sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pembangunan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), khususnya untuk wilayah Jawa Timur (Jatim).
“Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK,” kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo, Senin (15/9/2025).
Selain Adhi Dharmo, KPK juga memanggil dua saksi lain, yakni Linawati selaku staf di Koordinator Pengadaan Transportasi Darat dan Kereta Api Kemenhub dan Zulfikar Tantowi selaku kepala bagian pengadaan barang dan jasa pada Biro LPPBMN.
Sebelumnya, Adhi sudah pernah diperiksa KPK pada 16 Agustus 2024 dan 18 Juli 2024. Dalam pemeriksaan terdahulu, Adhi mengaku dicecar penyidik soal perannya sebagai kepala sekretariat tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin padaPilpres 2019.
Selain Adhi Dharmo, KPK juga telah memeriksa politisi PDIP lainnya sebelumnya, antara lain anggota DPR Lasarus pada 4 September 2024 serta anggota Komisi V DPR Sadarestuwati pada 23 Agustus 2024, untuk mendalami keterkaitan mereka dengan proyek di lingkungan DJKA.
Kasus dugaan korupsi DJKA ini berawal dari operasi tangkap tangan yang menyeret PT Istana Putra Agung (IPA) milik Dion Renato Sugiarto, yang diduga menyuap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Semarang.
Dari kasus itu, penyidikan berkembang ke berbagai proyek pembangunan jalur kereta api di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera, hingga Sulawesi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




