ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Indonesia On The Way Era Penuaan Penduduk Imbas Jumlah Lansia Naik

Sabtu, 27 September 2025 | 13:34 WIB
RA
RA
Penulis: Rizky Pradita Ananda | Editor: RP
Ilustrasi lansia
Ilustrasi lansia (Freepik)

Jakarta, Beritasatu.com- Indonesia tengah di ambang transisi demografi karena dalam dua dekade mendatang Indonesia memasuki era aging population, artinya jumlah penduduk lanjut usia (lansia) semakin besar. Kondisi ini akan berpengaruh terhadap kehidupan sosial dan ekonomi.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, dalam  kurun waktu sepuluh tahun terakhir, proporsi lansia naik dari 8% pada 2015 menjadi 12% pada 2024. Tren ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga jendela bonus demografi tertutup sekitar 2039–2041, mengutip Antara, Sabtu (27/9/2025).

Baca Juga: Pramono Minta Lansia Manfaatkan Transportasi Umum Gratis di Jakarta

Pada 2025, data mencatat jumlah lansia Indonesia diperkirakan mencapai 33,43 juta jiwa. Menariknya, lebih dari separuhnya atau sekitar 55,21% masih aktif bekerja. Data ini menunjukkan potensi lahirnya bonus demografi kedua, artinya kelompok lansia tetap berkontribusi untuk pergerakan ekonomi nasional.

ADVERTISEMENT

Agar produktivitas lansia tetap bisa bernilai positif, diperlukan dukungan lebih kuat berupa perlindungan sosial, tabungan, serta peluang usaha ramah lansia.

“Saat ini,  sekitar 84% lansia bekerja di sektor informal. Kondisi ini justru membuka peluang memperluas akses keuangan, pelatihan kewirausahaan, dan program pensiun sederhana yang inklusif,” ujar statistisi BPS, Nuri Taufiq dan Lili Retnosari.

Dari sisi finansial, kepemilikan tabungan di kalangan lansia baru mencapai 34%. Meski masih rendah, angka ini bisa dimanfaatkan jadi peluang untuk mendorong inklusi keuangan melalui tabungan mikro, produk pensiun mudah diakses, dan layanan keuangan digital agar lansia lebih siap menghadapi masa tua.

“Fenomena ini kerap dipersepsikan sebagai beban. Namun, jika dikelola dengan tepat, penuaan penduduk justru bisa menjadi peluang emas membangun masyarakat yang lebih inklusif, sehat, dan berdaya,” pungkas keduanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT