ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Program Listrik Perdesaan Jadi Upaya Wujudkan Pemerataan Pembangunan

Jumat, 19 Desember 2025 | 16:03 WIB
IC
IC
Penulis: Iman Rahman Cahyadi | Editor: CAH
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan pada peresmian 37 proyek ketenagalistrikan di 18 provinsi di PLTA Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin 20 Januari 2025.
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan pada peresmian 37 proyek ketenagalistrikan di 18 provinsi di PLTA Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin 20 Januari 2025. (Antara/Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Program listrik perdesaan (Lisdes) yang diinisiasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjadi bagian penting dari asta cita Kabinet Merah Putih, khususnya dalam upaya mewujudkan kemandirian energi serta pemerataan pembangunan hingga ke wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T).

Mengacu pada peta jalan listrik perdesaan Kementerian ESDM, saat ini tercatat 10.068 lokasi belum menikmati akses listrik. Dari jumlah tersebut, 5.758 desa sama sekali belum terjangkau listrik PLN, sementara 4.310 lokasi berada di desa yang sebagian wilayahnya telah berlistrik.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh desa di Indonesia mendapatkan akses listrik paling lambat pada 2029–2030.

ADVERTISEMENT

“Masih ada saudara-saudara kita yang belum merasakan listrik. Insyaallah, dalam lima tahun ke depan persoalan ini akan kita tuntaskan,” ujar Presiden Prabowo saat peresmian proyek kelistrikan di PLTA Jatigede, Sumedang, Jawa Barat.

Untuk menyelesaikan tantangan tersebut, pemerintah menyiapkan program lisdes dengan kebutuhan anggaran mencapai Rp 61,65 triliun selama periode 2025–2029. Kawasan Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara menjadi prioritas utama dengan alokasi investasi sebesar Rp 41,57 triliun atau sekitar 67% dari total anggaran nasional. 

Penyediaan listrik akan dilakukan secara bertahap melalui skema yang disesuaikan dengan kondisi geografis serta karakter sosial masyarakat setempat.

Menindaklanjuti arahan Presiden, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL) PLN 2025–2034 memberikan perhatian khusus pada program listrik perdesaan. Daerah 3T ditargetkan dapat menikmati layanan listrik selama 24 jam penuh pada 2030.

“Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, desa-desa yang belum memiliki listrik harus segera dipasangi. Program ini kita jalankan bertahap dan ditargetkan rampung pada 2029,” ujar Bahlil saat pengumuman RUPTL PLN 2025–2034 di Jakarta, dikutip dari keterangan Kementerian ESDM.

Pada 2025, Kementerian ESDM mulai merealisasikan program lisdes dengan dukungan APBN sebesar Rp 3,62 triliun. Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur kelistrikan di 1.285 lokasi dengan potensi penerima manfaat sekitar 77.616 rumah tangga.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Listrik Desa Meluas: Komitmen Menteri Bahlil Menyalakan 5.700 Desa Terpencil

Listrik Desa Meluas: Komitmen Menteri Bahlil Menyalakan 5.700 Desa Terpencil

NASIONAL
Geografis hingga Keamanan Jadi Kendala Program Listrik Perdesaan

Geografis hingga Keamanan Jadi Kendala Program Listrik Perdesaan

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon