Mendagri: Aktivitas Pendidikan di Daerah Bencana Sumatera Sudah Pulih
Selasa, 27 Januari 2026 | 23:59 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian memastikan kegiatan belajar mengajar di wilayah terdampak bencana di Sumatera telah kembali berjalan sepenuhnya. Proses pendidikan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kini mencapai 100% seiring percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi oleh pemerintah pusat dan daerah.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kerja keras seluruh pihak, baik kementerian dan lembaga, pemerintah daerah provinsi, kabupaten, kota, maupun unsur nonpemerintah yang terlibat langsung di lapangan,” ujar Tito dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Berdasarkan laporan Satuan Tugas (Satgas), seluruh aktivitas pembelajaran telah kembali berlangsung. Namun demikian, sekitar 3% sekolah masih melaksanakan kegiatan belajar mengajar di ruang kelas darurat akibat keterbatasan sarana pascabencana.
Tito menegaskan, sektor pendidikan menjadi prioritas utama pemerintah karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan pembelajaran generasi muda di daerah terdampak.
Selain pendidikan, Tito memastikan roda pemerintahan di seluruh wilayah terdampak bencana juga telah kembali berjalan normal, termasuk di Kabupaten Aceh Tamiang. Pemerintah daerah, baik provinsi, kabupaten, dan kota, telah kembali menjalankan fungsi pelayanan publik kepada masyarakat.
Pada sektor kesehatan, layanan juga telah pulih secara signifikan. Dari total 87 rumah sakit umum daerah terdampak, yang sebelumnya sembilan di antaranya sempat berhenti beroperasi, kini seluruh rumah sakit sudah kembali melayani masyarakat.
Sementara itu, dari 867 puskesmas terdampak, sebanyak 865 telah beroperasi normal dan dua lainnya masih melayani di lokasi sementara sambil menunggu pembangunan gedung baru.
Pemulihan infrastruktur dasar turut menunjukkan progres positif. Di Provinsi Aceh, kurang dari satu persen wilayah masih dalam proses pemulihan listrik.
Di Sumatera Utara, layanan kelistrikan telah pulih hingga 99%, sementara di Sumatera Barat telah menyala 100%. Seluruh SPBU di ketiga provinsi tersebut juga sudah beroperasi kembali.
Tito menambahkan, layanan internet di wilayah terdampak telah berjalan normal, demikian pula pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan gas LPG yang terpantau stabil. Menurutnya, konsistensi pasokan energi sangat penting untuk menunjang aktivitas pendidikan dan kehidupan sosial masyarakat.
Dari sisi perekonomian, seluruh pasar di Provinsi Sumatera Barat dan Sumatera Utara telah kembali beroperasi 100%. Sementara di Aceh, sekitar 65% pasar sudah beroperasi dan sisanya masih dalam tahap pemulihan bertahap.
Meski demikian, Tito mengakui masih terdapat sejumlah infrastruktur yang membutuhkan perhatian lanjutan, seperti jalan provinsi, kabupaten, dan desa yang belum sepenuhnya pulih, jembatan sementara, serta normalisasi sungai di beberapa wilayah terdampak.
Untuk memastikan pemulihan berjalan optimal, Kementerian Dalam Negeri membentuk posko pemantauan di pusat dan daerah. “Ada posko di pusat dengan komando di Kemendagri, serta posko di Aceh. Sementara Sumatera Utara dan Sumatera Barat juga membentuk posko di tingkat provinsi,” kata Tito.
Seluruh langkah tersebut dilakukan secara terpadu agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi, terutama sektor pendidikan dan pelayanan publik, dapat berjalan efektif, berkelanjutan, serta memberikan dampak langsung bagi masyarakat terdampak bencana.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




