Detik-detik Sidang Isbat 1 Ramadan 2026, Cek Link Live Streaming-nya
Senin, 16 Februari 2026 | 14:10 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Umat Islam di Indonesia saat ini menantikan kepastian awal puasa Ramadan 1447 Hijriah atau Ramadan 2026. Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah menjadwalkan sidang isbat untuk menetapkan 1 Ramadan 1447 H pada Selasa (17/2/2026).
Sidang isbat bukan sekadar agenda rutin tahunan. Forum resmi negara ini menjadi rujukan nasional dalam menentukan awal bulan Ramadan yang akan menjadi pedoman ibadah bagi jutaan umat Islam di Indonesia.
Penetapan dilakukan melalui kombinasi metode ilmiah, yakni perhitungan astronomi (hisab) dan verifikasi lapangan melalui rukyatulhilal. Hasilnya akan diumumkan secara terbuka dan menjadi dasar resmi pelaksanaan puasa secara administratif di Indonesia.
Jadwal dan Lokasi Sidang Isbat Ramadan 2026
Sidang isbat Ramadan 2026 akan digelar di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta. Rangkaian kegiatan sidang isbat dijadwalkan dimulai pada pukul 16.00 WIB dengan pemaparan data hisab oleh tim ahli.
Setelah waktu Magrib, sidang dilanjutkan secara tertutup untuk membahas laporan rukyatulhilal dari berbagai titik pemantauan. Pada malam harinya, hasil sidang akan diumumkan kepada publik melalui konferensi pers resmi.
Sidang akan dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dan dihadiri berbagai unsur, antara lain perwakilan organisasi masyarakat (ormas) Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Mahkamah Agung, ahli falak dan pakar astronomi, serta perwakilan kedutaan besar negara sahabat.
Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad menyampaikan seluruh data hisab dan hasil rukyat akan dimusyawarahkan secara kolektif sebelum ditetapkan sebagai keputusan resmi pemerintah.
Tahapan Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 1447 H
Agar proses berjalan objektif dan transparan, sidang isbat Ramadan 2026 dilaksanakan melalui beberapa tahapan sistematis berikut:
1. Pemaparan data hisab (perhitungan astronomi)
Sidang diawali dengan penyampaian data astronomi oleh tim ahli Kementerian Agama. Parameter utama yang dipaparkan meliputi tinggi hilal saat matahari terbenam, sudut elongasi (jarak sudut bulan terhadap matahari), serta potensi visibilitas hilal di berbagai wilayah Indonesia.
Pemerintah menggunakan kriteria visibilitas hilal MABIMS sebagai acuan, yaitu tinggi hilal minimal 3 derajat, dan elongasi minimal 6,4 derajat. Parameter ini menjadi dasar awal sebelum dikonfirmasi melalui pengamatan langsung di lapangan.
2. Verifikasi hasil rukyatulhilal
Tahap berikutnya adalah verifikasi laporan rukyatulhilal yang dilakukan di 96 titik pemantauan di seluruh Indonesia. Lokasi pengamatan ditentukan berdasarkan pertimbangan geografis dan astronomis agar mewakili kondisi wilayah Indonesia secara menyeluruh.
Berdasarkan data hisab awal, posisi hilal pada 17 Februari 2026 berada di sekitar batas kriteria visibilitas MABIMS. Oleh karena itu, hasil rukyat lapangan menjadi faktor krusial dalam pengambilan keputusan sidang isbat Ramadan 2026.
3. Musyawarah dan penetapan keputusan
Setelah seluruh data terkumpul, sidang dilanjutkan secara tertutup. Para peserta membahas kesesuaian data hisab dengan hasil rukyat, validitas laporan pengamatan hilal, dan kriteria penetapan awal bulan hijriah.
Keputusan diambil melalui musyawarah dan akan diumumkan secara resmi melalui konferensi pers oleh menteri agama. Pengumuman ini menjadi rujukan nasional mengenai apakah 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 17 atau 18 Februari 2026, sesuai hasil sidang.
Link Live Streaming Sidang Isbat Ramadan 2026
Masyarakat dapat menyaksikan pengumuman resmi sidang isbat Ramadan 2026 melalui kanal resmi pemerintah berikut ini:
Melalui siaran langsung tersebut, publik dapat memperoleh informasi secara real time mengenai keputusan penetapan awal Ramadan 1447 H.
Perbedaan dengan Penetapan Muhammadiyah
Sementara itu, Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu (18/2/2026) berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal. Metode ini sepenuhnya mengandalkan perhitungan astronomi terhadap posisi bulan dan tidak menunggu hasil rukyat lapangan.
Perbedaan pendekatan antara pemerintah (hisab dan rukyat) dan Muhammadiyah (hisab wujudul hilal) berpotensi menghasilkan perbedaan tanggal awal puasa. Namun secara administratif, keputusan sidang isbat Ramadan 2026 tetap menjadi acuan resmi yang berlaku secara nasional di Indonesia.
Dengan tahapan yang jelas dan keterlibatan berbagai pihak, hasil sidang isbat Ramadan 2026 akan menjadi pedoman resmi dimulainya ibadah puasa Ramadan 1447 H di Indonesia. Masyarakat diimbau mengikuti pengumuman melalui kanal resmi Kementerian Agama agar memperoleh kepastian awal puasa secara sah, akurat, dan nasional.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Jet AS Rontok di Iran, Ini Daftar Peristiwa yang Memalukan Amerika




