Pemerintah Siapkan Crisis Center Lindungi PMI di Timur Tengah
Jumat, 6 Maret 2026 | 04:13 WIB
Tigaraksa, Beritasatu.com – Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk melindungi pekerja migran Indonesia (PMI) di kawasan Timur Tengah yang berpotensi terdampak konflik di wilayah tersebut.
Christina menyampaikan, Direktorat Jenderal Perlindungan P2MI telah menggelar rapat intensif dengan perwakilan Indonesia di sejumlah negara Timur Tengah guna memantau perkembangan situasi sekaligus menyiapkan langkah mitigasi jika kondisi memburuk.
Selain koordinasi, pemerintah juga telah membuka layanan hotline serta mendirikan crisis center untuk menampung laporan atau aduan dari para pekerja migran Indonesia yang berada di kawasan terdampak.
“Direktorat Jenderal Perlindungan sudah melakukan rapat-rapat intensif dengan perwakilan kita di beberapa negara Timur Tengah yang kira-kira terdampak. Kami juga sudah membuka hotline dan mendirikan crisis center untuk mitigasi serta menampung aduan,” ujar Christina di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (5/3/2026).
Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada laporan ataupun aduan dari pekerja migran Indonesia terkait dampak langsung dari konflik yang terjadi. Berdasarkan komunikasi dengan petugas perwakilan Indonesia di sejumlah negara, kondisi PMI masih terpantau aman.
“Sejauh ini belum ada aduan yang masuk. Dari laporan yang kami terima, termasuk dari petugas di Qatar, kondisi masyarakat kita di sana juga belum terdampak,” katanya.
Meski demikian, Christina menegaskan pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan berbagai skenario penanganan apabila situasi di kawasan tersebut memburuk, termasuk kemungkinan proses evakuasi.
Menurutnya, pemerintah Indonesia memiliki pengalaman dalam melakukan evakuasi warga negara Indonesia dari wilayah konflik di luar negeri.
“Ini bukan yang pertama bagi Indonesia. Kita sudah beberapa kali melakukan evakuasi ketika terjadi konflik di negara lain. Yang penting pemerintah siap jika sewaktu-waktu diperlukan langkah evakuasi,” ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




